“Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi atau visum et tepertum terhadap korban dan dibubuhi dengan surat pernyataan dari pihak keluarga serta disaksikan oleh pihak desa sehingga korban langsung di bawa ke rumah duka,” paparnya.
Aah kembali menegaskan, informasi yang beredar di media sosial yang menyatakan korban meninggal akibat sambaran petir merupakan informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
“Korban meninggal dunia akibat mempunyai riwayat darah tinggi. Jadi informasi di Medsos bahwa korban tersambar petir itu tidak benar,” pungkasnya. (bam/t)
KRONOLOGIS
– Pada Senin (2/3) sekitar pukul 18.30 WIB, korban tidak kunjung pulang ke rumah.
– Karena khawatir, Saodah (53) istri korban bersama warga langsung mencari Gojali.
– Tiba di lokasi kejadian, Gojali ditemukan sudah meninggal dunia dalam keadaan telungkup.
– Hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan luka maupun gosong ditubuh korban.
– Korban meninggal akiabt memiliki riwayat penyakit darah tinggi.
– Atas permintaan keluarga, korban langsung di bawa ke rumah duka.






