Polisi Klaim Kematian Gojali Bukan Disambar Petir

SUKABUMI — Nasib malang menimpa Gojali (63) warga Kampung Cilimus RT2/2, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, menghembuskan napas terakhirnya saat mendengar suara petir yang cukup kencang.

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, insiden terjadi pada Senin (2/03) lalu, sekitar pukul 18.30 WIB bertempat di Lahan Sawah Blok Cikadal, Desa Rambay.

Bacaan Lainnya

Korban meningga dunia diduga akibat mempunyai riwayat sakit darah tinggi, sehingga ketika mendengar suara sambaran petir korban tidak sadarkan diri sampai meninggal dunia.

Paur Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman mengungkapkan, kejadian itu bermula ketika korban tidak kunjung pulang ke rumah.

Karena khawatir, Saodah (53) yang merupakan istri korban bersama warga mencarinya di sawah milik korban yakni si Blok Cikadal. Alhasil, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam keadaan telungkup.

“Dari keterangan saksi korban bukan meninggal akibat tersambar petir tetapi, memiliki riwayat sakit darah tinggi yang sudah dideritanya salama delapan tahun,” ungkap Aah kepada Radar Sukabumi,   (3/3).

Aah melanjutkan, saat ditemukan korban menggunakan kaos merah lengan pendek, celana training panjang biru, tutup kepala peci haji warna putih serta sarung corak warna warni.

Sekitar pukul 22.30 WIB, anggota Polsek Tegalbuleud, tiba di lokasi untuk membantu penanganan. “Hasil pemerikasaan tim medis Puskesmas Pembantu Rambay UPTD Puskesmas Bangbayang, bahwa korban dinyatakan sudah meninggal dunia dan tidak ditemukan bekas luka atau gosong akibat sambaran petir,” jelasnya.

Menurut Aah, korban langsung dievakuasi kerumah duka untuk proses pengurusan jenazah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *