Pjs Bupati Sukabumi: Penambang Liar Bisa Dipidana

  • Whatsapp
Suasana aktivitas tambang batu di bantaran sungai Leuwikenit Desa Padaleuman, Kecamatan Surade

SUKABUMI — Adanya aktivitas penambangan liar di bantaran sungai Leuwikenit, Desa Padaleuman, Kecamatan Surade membuat Pjs Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad angkat bicara.

Bagaimana tidak, kegiatan tambang ilegal yang berada di salah satu kawasan objek wisata alam yang masuk dalam cagar alam Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu (GNCP), dinilai telah merusak lingkungan. Terlebih lagi, dalam aktivitasnya mereka tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Bacaan Lainnya

“Terkait aktivitas tambang yang tidak memiliki izin, kita harus tertibkan. Apalagi itu masuk pada kawasan cagar alam.

Seperti yang terjadi di kawasan objek wisata Leuwikenit yang masuk pada kawasan Geopark,” kata R Gani kepada Radar Sukabumi di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jumat (16/10).

Pihaknya mengaku, pemerintah harus bisa bersikap tegas. Untuk itu, setelah mendapatkan laporan mengenai persoalan tersebut, dirinya langsung menginstruksikan kepada pemerintah kecamatan setempat untuk segera menertibkan aktivitas tambang liar.

“Kami sudah menginstruksikan Camat disana untuk segera menghentikan aktivitas tambang liar itu dan sekarang sudah tidak ada aktivitas lagi,” paparnya.

Pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi akan atensi terhadap persoalan lingkungan, karena dirinya juga mengaku ingin melindungi alam dan cagar budaya Geopark yang keberadaanya sudah diakui dunia.

“Keberadaannya dan ekosistem alamnya itu harus kita jaga. Karena itu penting sebab ini merupakan aset Kabupaten Sukabumi yang tidak dimiliki daerah lain. Bahkan, negara lain belum punya geopark seperti ini,” tandasnya.

Ketika disinggung mengenai sanksi terhadap pelaku penambang liar, pihaknya mengaku bahwa pemerintah akan memberikan peringatan terlebih dahulu kepada para pelaku panambang.

Apabila mereka masih nekad dan membandel melakukan kegiatan penambangan, maka mereka akan dikenakan sanksi pidana sesuai dengan ketentunan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita bisa bekerjasama dengan Polres Sukabumi untuk melakukan penindakan penambang liar itu. Karena ini sanksinya bukan hanya sanksi administrasi, tetapi ada juga sanksi kerusakan lingkungan yang harus kita tegakan di situ,” timpalnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak kepada seluruh stakeholder, khususnya masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk bisa mencintai sumber daya alam yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada Kabupaten Sukabumi ini, untuk terus di jaga kelestariannya.

“Karena ini merupakan aset yang berharga dan bernilai. Jangan hanya kepentingan segelintir orang. Seperti mencari uang disitu, tetapi telah mengorbankan lingkungan dan generasi yang akan datang tidak akan bisa menikmati hal itu,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *