Kronologi Dua Penambang Emas di Sukabumi Tewas Tertimbun Longsor

Polsek Simpenan
Petugas Polsek Simpenan, Polres Sukabumi, saat meninjau lokasi galian tambang emas ilegal yang memakan korban jiwa di Kampung Kiara II, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, tepatnya di Blok Kebon Kopi Perkebunan milik PT Tugu Cimenteng.

SIMPENAN – Tambang emas ilegal di Kabupaten Sukabumi lagi-lagi memakan korban jiwa pada Kamis (2/12) lalu. Korbannya adalah Nasrudin (47) dan Wandi (30) yang berprofesi sebagai penambang emas tersebut.

Kapolsek Simpenan Iptu Dadi kepada Radar Sukabumi menyebutkan lokasi petaka tersebut terjadi di Kampung Kiara II, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Tepatnya di Blok Kebon Kopi Perkebunan milik PT Tugu Cimenteng. Kedua korban meregang nyawa lantaran tertimbun lubang galian.

Bacaan Lainnya

“Jadi dua penambang itu, meninggal sewaktu mereka mencari bahan emas pada lubang yang sudah tidak digarap,” kata Dadi kepada Radar Sukabumi pada Jumat (03/12).

Dadi juga mengungkapkan bahwa kedua korban diketahui sama-sama warga Kampung Tipar I, RT 09/01, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan.

Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan beberapa saksi, dua penambang liar yang meninggal ini, murni karena diakibatkan tertimbun material longsoran berupa tanah merah, ketika mereka melakukan aktifitas penambangan emas tanpa izin.

“Kedua korban berhasil kita evakuasi bersama warga dan karyawan Komunitas Penambang Sukabumi pada pukul 14.00 WIB. Setelah itu, kedua jasad itu langsung di bawa kerumahnya masing – masing untuk di makamkan,” pungkasnya. (Den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan