PALABUHANRATU — Puluhan petugas gabungan terdiri dari TNI, Polri, lembaga pemerintah serta Organisasi Masyarakat (Ormas) Sukabumi, mengikuti pelatihan potensi Search And Rescue (SAR) pada 2020 di SLP FIPK IPB Palabuhanratu, Jumat (13/3).
Kegiatan yang digagas oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta ini, dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan sikap dan mental sebagai potensi SAR di bidang kemanusiaan.
“Dalam pelatihan potensi SAR tahun ini, puluhan peserta telah diberikan materi dan praktek mengenai teknik pertolongan di air atau yang lebih dikenal dengan nama Water Rescue,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Hendra Sudirman kepada Radar Sukabumi, Jumat (13/3).
Pelatihan yang berlangsung selama enam hari ini, dimulai sejak Kamis 12 Maret 2020 sampai Selasa 17 Maret 2020.
“Puluhan peserta selain diberikan materi dan praktek mengenai Water Rescue, mereka juga diberikan pemahaman soal keterampilan dalam menangani keceakaan di air baik itu kecelakaan kapal maupun kondisi membahayakan manusia,” bebernya.
Pihaknya menambahkan, pelatihan potensi SAR ini, sangat penting dilakukan. Terlebih lagi, ia menilai dari beberapa tingkat kejadian dan letak geografis wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, khususnya wilayah Sukabumi yang memiliki garis pantai, lautan dan beberapa aliran sungai yang sering dipergunakan dalam kegiatan wisata maupun kegiatan aktivitas masyarakat, sehingga menimbulkan resiko kecelakaan yang sangat tinggi.
“Untuk itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) memiliki tanggungjawab untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berada di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta,” pungkasnya. (den/d)






