“Ada lima jenis sampel yang kami bawa, diantaranya sayur buncis, mie, bihun dan daging ayam. Selain itu, dokter dan perawat di siagakan minimal 2×24 jam di posko yang telah didirikan,” pungkasnya.
Atas kejadian tersebut, Jeni Arifin (47) paman Eriyanto menyampaikan permohonan maaf bagi seluruh warga yang mengalami keracunan. Pihaknya mengaku syok atas kejadian dihari bahagia keponakannya.
“Kita sebetulnya merasa syok dengan kejadian ini. Kami pun atas nama keluarga Eriyanto dan mempelai wanita memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini,” pintanya.(cr15/t).





