“Iya, intinya pelestarian tidak cukup melalui kegiatan konservasi, tetapi harus dibarengi dengan rekayasa sosial dengan melibatkan segenap pemangku kepentingan, termasuk kaum milenial melalui kegiatan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal pedesaan dan sistem pertanian berkelanjutan,” paparnya.
Sementara itu, Ketua IPKINDO DPD Kabupaten Sukabumi, Iman Rusmandar menjelaskan, kegiatan penanaman pohon ini, merupakan salah satu program untuk mensukseskan Gerakan Tanam dan Pelihara Pohon (GTPP) dalam mengatasi tutupan lahan akibat banyaknya penebangan. “Iya, FKSM ini telah memberikan contoh dan harus jadi syuri tauladan bagi seluruh warga Sukabumi untuk tetap menjaga dan mentata dan terpeliharanya pohon sebagai tutupan lahan. Sehingga akhirnya banjir dan erosi dapat teratasi,” jelasnya.
Kegiatan penanaman pohon ini, bukan hanya satu atau dua kali saja dilakukan oleh PKSM Kabupaten Sukabumi,. Tetapi sudah menjadi egenda rutinitas dalam pemeliharaan hutan. “Hutan merupakan bagian integral dari siklus hidrologi. Sebagai negara agraris, keberadaan hutan berperan penting dalam menunjang keberlangsungan sistem pertanian kita saat ini dan di masa-masa selanjutnya. Jika hutan hijau, maka petani akan sejahtera sebab air irigasi akan tersedia sepanjang musim,” timpalnya.
Masih ditempat yang sama, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah III Sukabumi, Uuh Suparman menjelaskan, pihaknya mengaku sengaja telah melakukan penanaman pohon di lahan usaha tani terpadu agro forestry Giri Raharja di Kampung Giri Asih, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran. Lantaran, wilayah tersebut dinilai strategis untuk dijadikan lokasi penanaman pertama dalam menyambut Hari Bhakti Rimbawan 2021.
“Saya berjumpa dengan Pak H Maman selaku penyuluh kehutanan mandiri dalam rangka peningkatan kompetensi penyuluh CDK Wilayah III Sukabumi. Ternyata di sin adai suatu lab lapangan untuk kepentingan penyuluh dan beliau sudah merintis dari dahulu dan sampai sekarang Alhamdulillah sudah menunjukan hasil yang luar biasa,” katanya.




