PALABUHANRATU – Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi angkat bicara menyoal kasus Stunting Kabupaten Sukabumi menempati peringkat ke-26 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Saat diwawancara dalam perhelatan HCS (Healthy Cities Summit) ke 6 tahun 2024 Vini Adiani Dewi mengatakan, terdapat perbedaan cukup signifikan antara dari survei kesehatan Indonesia tahun 2023 dengan hasil pendataan langsung lewat EPP GBM, dimana yang satu nilainya 5,7 persen yang satu nilainya 21,7 persen.
Sehingga pemerintah, kata Vini Adiani Dewi dalam hal ini terus melakukan kegiatan yang telah di laksanakan satu bulan full di bulan Juni 2024, yakni kegiatan gerakan pengukuran dan intervensi serentak.
“Jadi semua balita itu didata, dan kedatangannya harus 100 persen ke posyandu, nah sehingga dari awal data base kemarin, kita terima dibulan Juni kemarin diharapkan dilakukan intervensi diberikan makanan tambahan,” jelasnya.
Masih kata Vini, selanjutnya, nanti dibulan Agustus seperti biasa pihaknya melalui dinas kesehatan masing masing daerah akan melaksanakan kembali pengukuran dan intervensi serentak.
“Nanti kita akan bisa lihat terjadi penurunan apa tidak, diakhir tahun kita lakukan kembali penhukuran atau survei apakah akan ada penurunan signifikan atau tidak, jadi untuk mengkonfirmasi kenaikan yang memang cukup tinggi dibeberapa kota kabupaten,” tegasnya.






