SUKABUMI – Kebutuhan masyarakat akan tabung oksigen seketika melonjak drastis. Ini seiringan dengan meningkatnya pula kasus COVID-19 di Indonesia.
Konon tabung oksigen menjadi komoditi pasien yang isolasi mandiri (isoman) di rumah yang memiliki gejala ringan. Namun realita di lain hal, tabung oksigen juga diperlukan oleh mereka yang tidak sakit. Salah satunya para pedagang ikan hias.
Laporan: LUPI PAJAR HERMAWAN, Cisaat
KELUH kesah pun terpaksa terucap dari mulut Cucu Hidayat. Pria yang berprofesi sebagai pedagang ikan hias itu mengaku sangat kesulitan mendapatkan tabung oksigen. Tapi ini bukan untuk kebutuhan kesehatan, melainkan agar ikan-ikan hiasnya tetap bisa bertahan hidup.
“Duh sekarang jadi susah dapat tabung oksigen euy,” kata Cucu kepada pewarta Radar Sukabumi, Selasa (6/7).
Salah seorang pengusaha ikan di Pasar Ikan Cibaraja, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi itu mengungkapkan dia tak sendirian. Artinya, problem ini pun dikeluhkan pula oleh rekan sesama profesi lainnya. Lantas, hal ini pun sangat berdampak pada omzet usahanya.
“Sudah dua hari kami tidak bisa membeli oksigen, padahal untuk pengiriman ikan menggunakan oksigen, jika tidak ya mati,” jelasnya.






