Dirinya berharap, pemerintah bisa mendorong dan memberikan bantuan agar pasien mendapatkan perawan hingga dilakukan operasi. Sebab, penyakit tersebut kondisi Castiah saat ini semakin memburuk. “Kami benar-benar mengharapkan bantuan pemerintah agar istrisaya bisa dilakukan operasi,” harapnya.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Cidahu, Rahmat hidayat menjelaskan, dirnya sudah berupaya membantu pasien. Bahkan, sudah mendorong pasien untuk dilakukan perawatan di RSUD Sekarwangi. Tetapi, pihak RS tidak menerima BPJS. “Ya RS Sekarwangi kalau dibagian antropologi katanya belum kerja sama atau MoU dengan BPJS. Itu alasan dari BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Dirinya merasa heran, lantaran waktu pertama mendaftarkan pasien di RSUD Sekarwangi menggunakan BPJS itu diterima. Ketika hendak kembali mendaftarkannya, pihak rumah sakit tidak bisa. “Yang saya heran, waktu pertama daftarkan ke RS Sekarwangi kan memakai BPJS dan trima. Tapi pas tadi saya mau daftar lagi kata nya BPJS belum MoU,” paparnya.
Ketika dihubungi, Staf Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Sukabumi, Inne Indah Susanti mengaku, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dan konfirmasi terlebih dengan BPJS Kesehatan cabang setempat dimana RS berada. “Saya harus koordinasi dan konfirmasi dulu kepada semua pihak terkait sehubungan dengan masalah ini,” singkatnya.
Ketika hendak dikonfirmasi melalui telpon seluler, Humas RSUD Sekarwangi Ramdansyah tidak dapat dihubungi. Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari pihak rumah sakit terkait persoalan tersebut.
(bam/d)





