Penggabungan Simbol Dua Agama di Kebonpedes, Ini Penjelasan MUI

  • Whatsapp
Ketua MUI Kabupaten Sukabumi Oman Komarudin
Ketua MUI Kabupaten Sukabumi Oman Komarudin

SUKABUMI – Kasus penggabungan simbol dua agama oleh AS (60), warga Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi memantik perhatian serius semua pihak.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sukabumi, Polres Sukabumi Kota, Kesbang Pol Kabupaten Sukabumi dan Kodim 0607 Kota Sukabumi di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Senin (25/10).

Bacaan Lainnya

Ketua MUI Kabupaten Sukabumi Oman Komarudin mengatakan, rapat tersebut dilakukan untuk mencari solisi yang baik dalam menyikapi persoalan AS yang diduga telah melakukan penggabungan dua agama.

“Orang yang menggabungkan simbol agama itu sudah pindah agama,” kata Oman kepada Radar Sukabumi usai melalukan rapat tertutup.

Untuk memastikan hal tersebut, sambung Oman, maka warga yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangannya untuk mengetahui motifasi dan penyebab AS melakukan perbuatan yang mengarah kepada penistaan agama.

“Iya kita ingin mengetahui dasar alasanya. Apa ada praduga terhimpit ekonomi atau bagaimana,” ujarnya.

Sebab itu, MUI Kabupaten Sukabumi berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi agar tidak gaduh dan berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah.

“Ini jangan dibesar-besarkan apalagi yang menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kalau yang namanya masalah agama bisa saja kecil menjadi besar, kita doakan saja semoga cepat selesai dan pasti ini akan segera selesai,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *