Penanganan Pengidap Tumor Ganas Terkendala

  • Whatsapp
Adah (58) warga Kampung Sukamatri RT (5/2), Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, saat merintah kesakitan akibat penyakit yang dideritanya.

“Kami sudah menyiapkan semuanya termasuk untuk biaya pengecekan. Karena jika kondisinya lemah, kemoterapi tidak akan bisa dilakukan,” ujarnya.

Lanjut Kristiawan, SKP semaksimal mungkin berupaya membantu Adah untuk melakukan pengobatan penyakit yang dideritanya.

Bacaan Lainnya

“Kami berkomunikasi baik, melakukan pendampingan dengan baik. Dan memang benar dari sejak awal sudah didampingi dari pihak desa dalam penyiapan ambulance untuk mengantar berobat Bu Adah,” imbuhnya.

Seperti diketahui, istri dari Eman Sulaeman (68) ini sudah dari 2019 lalu menderita penyakit tumor ganas di bagian mata sebelah kanannya. Pengobatan pun sudah kerap dilakukan keluarga dibantu pemerintah desa setempat, namun hasilnya belum maksimal.

“Awalnya, istri saya mengeluhkan sakit mata. Selang beberapa waktu, terdapat benjolan di pelipis mata dan terus membesar.

Kami pun dibantu pemerintah desa dan komunitas sosial untuk pengobatannya, tapi karena penyakitnya sudah parah sehingga harus dilakukan kemo di RS Hasan Sadikin Bandung,” ungkap Eman.

Karena keterbatasan ekonomi, lanjut Eman, keluarga tidak bisa berbuat banyak. Meski, pengobatan menggunakan BPJS Kesehatan namun, pihak keluarga kesulitan untuk biaya transportasi dan biaya sehari-hari selama di rumah sakit.

“Ini saja seharusnya jadwal kemo itu tanggal 13 April, tetapi karena tidak punya biaya sehingga tidak bisa berangkat ke Bandung.

Dari komunitas yang membantu untuk pemberangkatan juga susah dihubungi, kalau tidak jadi berangkat, sepertinya harus menunggu lama lagi untuk jadwal kemo nya,” paparnya.

Eman mengaku, kebingungan untuk biaya transportasi dan biaya menunggu selama di rumah sakit. “Jangankan untuk biaya transprotasi, untuk makan sehari-hari saja sudah menunggu pemberian dari anak. Karena saya sudah lama tidak bekerja,” ujarnya.

Eman berharap, ada pihak lain yang bisa memberikan bantuan untuk pengobatan istrinya tersebut. “Mudah-mudahan ada yang orang dermawan membantu pengobatan istri saya. Dan kami harap pemerintah desa bisa membantu lagi sehingga istri saya bisa segera di kemo,” harapnya. (bam/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *