“Saat ini rumah tersebut tidak bisa dihuni karena kondisinya sangat rawan. Kebutuhan mendesak bagi korban meliputi bantuan sembako, peralatan rumah tangga, serta material bangunan untuk perbaikan rumah dan pembangunan kembali TPT,” tambah Agus.
Pihak P2BK Cikakak telah melaporkan kejadian ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi untuk segera ditindaklanjuti dalam bentuk bantuan dan penanganan lanjutan.
Mengantisipasi potensi bencana susulan, Agus mengimbau warga yang tinggal di daerah perbukitan dan lereng tebing agar tetap siaga.
“Kami minta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda longsor, seperti retakan tanah atau pohon miring. Keselamatan jiwa lebih utama,” tandasnya.(ndi/d)






