SIMPENAN – Dalam upaya menggugah minat para pemuda untuk terjun ke dunia pertanian, pemerintah Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi mengadakan acara yang bertajuk “Festival Syukuran Panen Raya Raka Kreasi.”
Acara yang digelar pada akhir pekan ini atau Sabtu, (13/7) berhasil menarik perhatian warga desa, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami pentingnya pertanian dalam kehidupan sehari-hari, hal itu terlihat saat karnaval berlangsung dari kantor desa menuju lokasi acara di kampung Mariuk.
Kepala desa Cidadap Deden Anta Nurman Festival mengatakan acara tersebut digelar dengan melibatkan berbagai pihak dan stakeholder, termasuk PT Indonesia Power PLTU Jabar 2 Palabuhanratu dan instansi pemerintah setempat, untuk memperkuat ketahanan pangan desa, untuk itu Ia mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya festival tersebut dengan meriah derbagai kegiatan menarik seperti lomba dongdang berbahan dasar hasil panen, pameran olahan pertanian, kreasi seni budaya untuk mengedukasi sekaligus menghibur masyarakat.
Namun begitu, Deden menegaskan acara festival tersebut bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah tahun ini.
“Alhamdulillah kita bisa menyaksikan langsung khususnya dalam festival budaya tani, raka kreasi dengan semua stakeholder dan semuanya, PT Indonesia Power, Kecamatan,” ujar Deden. Sabtu, (13/7).
Dijelaskan, Deden bahwa festival Budaya Tani Desa Cidadap kecamatan Simpenan tersebut merupakan yang pertama digelar atau dilaksanakan, untuk mengambil hikmah yaitu untuk menggugah kembali serta regenerasi emas pemuda pemuda tani, terkait program-program pemerintah khususnya ketahanan pangan.
“Ini sangat memerlukan sekali regenerasinya, sangat rawan sekali, jangan sampai ketahanan pangan khususnya para petani ini hilang begitu saja, khususnya petaninya, Insya Allah ini menjadi suatu momen awal untuk menggugah kembali khususnya para petani melibatkan pemuda,” jelasnya.
“Tadi secara simbolis ada penyiraman air ke sawah, kegiatan-kegiatan yang lainnya, ini suatu kulturasi, semua kelompok-kelompok tani yang ada di Desa Cidadap, khususnya dalam masalah perairan, disini sawah tadah hujan. Insya Allah mudah-mudahan dalam acara kegiatan ini ke depannya, kelompok tani ataupun para petani bisa maju, makmur dan senjahtera,” imbuhnya.
Masih kata Deden, di desa Cidadap saat ini terdapat sebanyak 13 kelompok tani aktif, dengan menggarap lahan sawah seluas kurang lebih 200 hektar yang terbagi di 5 kedusunan, dan kedusunan kampung Mariuk menjadi salah satu pilot projek bersama PT Indonesia Power, PLTU Jabar 2 men-support.
“Yang telah kita lihat itu ada tandon, dan juga ada mata air, Insya Allah ini akan berkelanjutan, yang mana pertanian berkelanjutan berbasis kearifan lokal dan inovasi, program dari PLT U dan kita kolaborasikan dengan para kelompok tani ini,” terangnya.
“Intinya kita ambil hikmahnya, manfaatnya mudah-mudahan regenerasi emas ini khususnya para pemuda bisa tergugah ke depannya, kita bisa memperhatikan khususnya ketahanan pangan ini, kita selaras dengan program pemerintah pusat sampai di bawah untuk menjungjung tinggi khususnya para petani,” ucapnya.
Ditambahkan Asisten manajer umum PLTU Jabar 2 Palabuhanratu Asep Tresna Lukman Hakim kegiatan tersebut berkat sinergitas dengan masyarakat dan pemerintah dalam program pemberdayaan, dimana di desa Cidadap terdapat potensi pertanian yang menjanjikan.
“Kami bersinergi dalam pengembangan pertanian, yang sudah kami lakukan khususnya di desa Cidadap penguatan dalam hal irigasi air, kemudian juga pengembangan pupuk alami, hari ini berinovasi untuk berkerasi bahwa pertanian itu tidak hanya melibatkan generasi tua tapi generasi muda ikut terlibat karena banyak hal hal yang bisa kita inovasikan untuk hal pertanian,” timpalnya.
“Harus program ini berkelanjutan, akan terus kami lanjutkan, sesuai dengan jargon dengan kita inisiasi, raka kreasi pertanian berkelanjutan berdasarkan kearifan lokal dan inovasi,” tandasnya. (Ndi)






