Sementara itu, Ketua DPC SPN Sukabumi, Budi Mulyadi mengatakan, vaksinasi terhadap para buruh di Sukabumi belum terpenuhi secara maksimal. Hal itu menjadi kekhawatiran para anggota SPN. mengingat di setiap perusahaan ada ribuan buruh yang bekerja. “Audiensi ini dilakukan berdasarkan pada kekhawatiran tinggi dari anggota di tengah pandemi Covid-19 yang merajalela. Vaksinasi yang digalakan pemerintah untuk menumbuhkan herd immunity, bagi buruh belum terpenuhi secara masksimal,” jelas Budi.
Oleh karena itu, dirinya meminta kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi untuk mengawasi perusahaan agar melaksanakan vaksinasi bagi buruh. Meskipun menurutnya, sejumlah perusahaan terutama yang menaungi anggota SPN telah semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan. Namun belum bisa semaksimal mungkin. “Prokes tidak bisa semaksimal mungkin. karena banyaknya buruh di setiap perusahaan,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara menegaskan bahwa tenaga kerja atau buruh harus diprioritaskan untuk mndapatkan vaksin Covid-19. Hal itu seiring dengan intensitas kerja para buruh yang cukup besar dan banyaknya industri di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Menurut Yudha, hasil monitoring selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level ke sejumlah wilayah termasuk ke industri-industri atau pabrik serta ke serikat pekerja untuk menampung aspirasi tenaga kerja. Mereka meminta agar ada skala prioritas vaksin untuk para buruh.
“Salah satunya SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Kabupaten Sukabumi. Mereka menyampaikan ingin ada sebuah prioritas vaksinasi untuk para tenaga kerja, karena tenaga kerja merupakan kelompok yang memang perlu diberikan vaksinasi dengan intensitas kerjanya yang tinggi,” ujar Yudha kepada Radar Sukabumi.
Jika tenaga kerja atau buruh di pabrik-pabrik di Kabupaten Sukabumi belum divaksinasi, ia khawatir akan ada kluster tenaga kerja. Sehingga perlu adanya prioritas vaksinasi untuk tenaga kerja. Yudha mengaku sempat mendapat kabar dari SPSI akan ada vaksinasi gotong royong tetapi sampai saat ini belum terlaksana.
“Vaksinasi gotorng royong itu adalah peran dari perusahaan bantuan vaksin kepada karyawannya, saya cek saat monitorong PPKM dan melakukan sidak (inpeksi mendadak) ke industri-industri tetapi belum ada yang melakukan vaksinasi gotong rotong itu,” tegasnya.






