Menjelang event nasional ini, pihaknya mengaku telah melakukan berbagai persiapan, termasuk ketersedian hotel-hotel dan penginapan.
Bahkan, jika persertanya membludak, ia pun akan melakukan koordinasi dan kerjasama untuk ketersedian homestay bagi peserta HCS tersebut.
Bukan hanya itu, jelang HCS ini, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi telah melakukan berbagai penataan mulai dari kawasan pantai untuk ditertibkan, baik di Gesyer Cisolok, maupun di Alun-Alun Gadobangkong yang saat ini tengah dilakukan pembangunan renovasi oleh Pemprov Jabar.
“Mohon doa restunya, dan kami juga berharap nanti akan banyak warga berkunjung dan berbondong-bondong ke sana. Tentunya ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, dan okupansi hotel,” tandasnya.
Terlebih lagi, Palabuhanratu ini merupakan salah daerah yang masuk pada kawasan Geopark Ciletuh yang sudah diakui dunia melalui Unesco. Sehingga, para peserta yang hadir pada HCS tersebut, mereka dapat menikmati keindahan panorama alam dan eksotiknya pantai Selatan Sukabumi.
“HCS nanti, akan dinikmati oleh masyarakat Sukabumi dan wisatawan. Nanti selain ada jajanan makanan, kita juga akan menampilkan seni budaya kita yang mungkin tidak ada di daerah lain. Karena, di Kabupaten Sukabumi ini memiliki tiga kasepuhan,” ujarnya.
Sementara, untuk kuliner makanan yang dapat dinikmati para peserta juga merupakan ciri khas makanan Kabupaten Sukabumi. Seperti ikan bakar, udang, cumi, baso ikan, dan berbagai macam olahan makanan yang terbuat dari bahan ikan laut.
Bukan hanya itu, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi juga akan memperkenalkan hasil olahan makanan dari wilayah Surade. Seperti makanan Bakakak Surade yang rasanya sangat nikmat.
Sementara untuk keseniannya, Kabupaten Sukabumi memiliki tiga kasepuhan. Yakni, Kasepuhan Cipta Gelar, Cipta Mulya dan Kasepuhan Sirnaresmi. Dari tiga kasepuhan itu, merupakan icon bagi Kabupaten Sukabumi. Selain itu, tiga kasepuhan tersebut juga memiliki lumbung pangan yang tidak henti-henti.
“Nah, lumbung pangan di tiga kasepuhan itu, tidak mereka jual, tapi disimpan. Sehingga saat kemarau panjang atau musim paceklik lama, sudah dipersiapkan pangannya, untuk makan warga,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, lokasi kegiatan HCS di Palabuhanratu merupakan salah satu kecamatan yang masuk pada kawasan Geopark Ciletuh yang memiliki banyak desitasi wisata luar biasa. Salah satunya surfing Cimaja. Bahkan, lokasi surfing Cimaja tersebut, sempat dibahas dan mendapatkan respons positif bersama Bupati Sukabumi dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno.
Karena pantai di Cimaja ini sangat bagus sekali tempatnya. Bahkan, kini terlihat peminatnya mulai dari luar negeri. Seperti Austarlia hingga Jepang.
“Kemudian Pak Menteri Sandiaga juga mensuport untuk kegiatan tersebut. Nah pada kegiatan HCS nanti juga akan hadir,” timpalnya.
Saat melakukan komunikasi dengan Menteri Pariwisata, pihaknya juga telah membahas soal desa wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi.
Dimana, saat ini desa wisata yang sudah terbentuk dan diakui oleh Menteri Pariwisata tersebut, Yakni Desa Wisata Cisande, Kecamatan Cicantaya dan Desa Waluran Mandiri. Kecamatan Waluran yang memprioritaskan terkait tanaman hanjeli.
Untuk memaksimalkan potensi yang ada, pihaknya kini tengah mempersipkan desa-desa yang berpotensi wisata yang unik dan luar biasa.
Bahkan, baru-baru ini Menteri Pariwisata telah mengatakan kepada dirinya, terkait potensi wisata yang lokasinya berada di wilayah perbatasan antaran Kabupaten Sukabumi dengan daerah Banten, tepatnya di wilayah Pasir Baru, untuk dijadikan sebagai wisata desa.
“Sebenarnya, banyak potensi desa wisata di Kabupaten Sukabumi itu. Seperti di Desa Cidahu, di daerah Pajampangan juga banyak, hanya mungkin kita perlu seleksi awal dari Dinas pariwisata dan DPMD untuk melakukan seleksi awal terkait dengan usulan desa wisata, bahkan beliau Pak Sandiaga itu inget jika ketemu dengan saya dimana-mana, pasti menanyakan Desa Cisande dan Desa Waluran Mandiri yang tanaman hanjeli itu.
Insya Allah nanti akan ada desa wisata lain, selain desa wisata cisande dan desa waluran hanjeli. Dan itu banyak dikunjungi daerah lain untuk dijadikan wisata study banding di desa wisata waluran mandiri soal hanjeli,” ujarnya.
Untuk mengelola kekayaan alam dan banyak potensi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi ini, Iyos Somantri kerap menjalin kerajasama yang baik dengan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami untuk membuat konsep kewilayahan yang dinilai cukup luas dengan jumlah penduduk kurang lebih 2.7 juta jiwa yang tersebar di 381 desa dan 5 kelurahan.
“Yah, tentunya kursi dan berbagi kegiatan mana yang bisa dilakukan oleh Pak Bupati dan mana yang bisa dilakukan oleh saya. Alhamdulillah wilayah begitu luas bisa kita jangkau dengan baik. Jadi, semua tantangan itu, bisa kita lalui atau ditangani dengan baik.
Apalagi, sekarang dengan zaman teknologi yang serba canggih, sehingga tidak kesulitan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi, bisa melalui zoom meting ataupun aplikasi WatasApp. Alhamdulillah, saya sudah 38 tahun mengabdi sebagai abdi negara di Kabupaten Sukabumi dan semuanya lancar,” bebernya.
Pihaknya menambahkan, potensi dan sumberdaya alam yang melipah di Kabupaten Sukabumi ini, telah ditunjang dengan pendukung infrastukur. Salah satunya, Tol Bogor-Ciawi-Sukabmi (Bocimi) Seksi 2.
Sebab, pasca adanya tol seksi 2 tersebut, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari luar daerah, telah meningkat pesat secara umum.
“Namun sekarang karena ada musibah karena longsor, jadi kita harus bertahan 4 bulan dan ini sangat memakan waktu lagi, dan sekarang dampaknya kunjungan wisatawan itu agak berkurang lagi, Insya Allah kedepannya jika seksi 2 tol ini sudah bagus dan bisa dilalui, apalagi kedepannya seksi 3 ini sudah bisa dilintasi dan Tol Ciratu sudah dibangun, maka pasti akan meningkat kembali.
Jadi, masalah Tol Bocimi ini, merupakan kewenangan pusat dan peran pemda itu hanya berperan sebagai mendorong supaya cepat dilakukan perbaikan atau kontruksinya cepat selesai,” pungkasnya. (Den)






