SUKABUMI – Dalam mencerdaskan warga Kabupaten Sukabumi, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi, launching program Mashtaka.
Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana kepada Radar Sukabumi mengatakan, mashtaka telah beridentik dengan mastaka atau kepala yang merupakan sebuah podcast milik Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi.
“Mashtaka diambil jadi judul podcast terinspirasi dari bahasa sunda yakni, Mastaka yang dalam bahasa Sunda artinya kepala atau sirah,” kata Yana kepada Radar Sukabumi pada Senin (17/07).
Mashtaka jadi judul podcast Diarpus Kabupaten Sukabumi, dengan harapan sebagai sarana untuk menyampaikan semua pemikiran yang ada didalam kepala para narasumber kepada khalayak, baik masyarakat Sukabumi, Jawa Barat atau bahkan Indonesia.
“Isi kepala atau ide itu merupakan pengalaman, nasihat, atau ide untuk pembangunan di Kabupaten Sukabumi, khususnya atau Jawa Barat bahkan Indonesia pada umumnya,” tandasnya.
Pada podcast ini, sambung Yana, meski judulnya Mashtaka akan tetapi tidak dizinkan narasumber untuk adigung adiguna atau menyampaikan sifat takabur atau sombong atau merasa lebih dibandingkan dengan yang lain.
“Iya, dalam bahasa sunda yang lain tidak boleh gede hulu (besar kepala), akan tetapi tetap mengedepankan sifat depe-depe handap asor,” imbuhnya.
Mashtaka mulai di launching pada tanggal 02 Juli 2023, dengan narasumber pertama Teh Desy Ratnasari yang merupakan anggota DPR RI Komisi X. Pemilihan nasumber pertama Teh Desy Ratnasari yang dipilih dengan pertimbangan posisi teh Desy yang berada di Komisi X dengan mitra kerja Perpustakaan Nasional.






