Pekerja Migran Cicurug Sukabumi Pengidap Ektopik Ingin Pulang

  • Whatsapp
PMI Cicurug
Kondisi SK (35) asal warga di Kampung Papisangan, Desa Caringin, Kecamatan Cicurug, saat berbaring di sebuah kontrakannya temannya yang berada di Arab Saudi.

SUKABUMI – Kasus seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berinisial SK (35) asal warga di Kampung Papisangan, Desa Caringin, Kecamatan Cicurug, terus berlanjut.

Saat ini, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi Raya, tengah berupaya maksimal untuk memulangkan buruh migran yang mengalami kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan saat bekerja di Negara Timur Tengah.

Bacaan Lainnya

Ketua SBMI Sukabumi, Jejen Nurjanah kepada Radar Sukabumi mengatakan, SK yang kini tengah berada di Negara Arab Saudi ini, memohon biaya kepada pemerintah untuk kepulangannya ke kamapung halamannya.

“Tetapi ini tidak segampang itu, karena kami porosedural. Namun, dia itu melarikan diri dari majikannya saat bekerja di Saudi Arabia,” kata Jejen kepada Radar Sukabumi pada Senin (06/09).

Saat SK melarikan diri dari majikannya di Arab Saudi, ujar Jejen, maka selama delapan tahun itu, SK tidak memiliki dokumen secara resmi. Sehingga ia dikategorikan sebagai buruh migran ilegal.

“Meskipun ia berangkat ke sananya sejak tahun 2010 atau masih belum ada aturan moratorium atau dimasa legal, tetapi kami tidak menemukan data. Karena tidak ada paspor yang dikeluarkan disini atas nama SK,” paparnya.

Untuk itu, SBMI Sukabumi berharap apabila semisal terdapat warga Kabupaten Sukabumi saat bekerja di luar negeri terjadi masalah, maka disarankan agar tidak melarikan diri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *