Paceklik, Harga Ikan Basah Ikut Naik

  • Whatsapp

RADARSUKABUMI.com, PALABUANRATU— Memasuki musim penghujan yang disertai angin, membuat cauca buruk di pantai selatan kerap terjadi. Akibatnya sejumlah nelayan yang sehari-sehari mencari nafkah di laut lepas mengalami penurunan tangkapan.

Hal tersebut, berpengaruh pada harga ikan laut basah yang mengalami kenaikan. Bahkan berdasarkan pantaun koran ini. Kenaikan tersebut dikisaran Rp10 sampai Rp25 ribu per Kg dari berbagai jenis ikan basah yang dijual dipasaran.

Bacaan Lainnya

“Mulai ada tanda-tanda kenaikan harga ikan segar dipasaran telah berlangsung selama beberapa pekan ini. Diduga salah satu penyebab kenaikan harga ikan karena telah terjadi penurunan pasokan ikan dari nelayan diperkirakan mencapai 50 persen, “ujar Usep Septian (43) salah satu pedagang ikan laut di Pasar Tradisional Warungkiara, kepada koran ini, kemarin (03/12).

Keluhan serupa kini dirasakan Larasati (28) yang merupakan pemilik warung dan restoran di Jalan Citepus, Palabuanratu. Menurutnya, kenaikan ikan basah tersebut dirinya berharap tidak berlangsung lama.

Apalagi aktivitas berjualan kini hanya mengandalkan ikan basah, karena masakan berbahan daging sapi dan ayam kini mulai jarang di konsumsi pembeli karena mahal.

“Bila tidak, kami kini benar-benar terancam gulung tikar. Ikan merupakan menu terakhir yang ditawarkan kepada para pembeli nasi, kalo ikan harganya turun naik mau bagai mana,” bebernya.

Ditempat terpisah, pedagang ikan basah di pasar semi modern Palabuanratu tidak bisa menampik selama beberapa pekan ini telah terjadi kenaikan harga ikan basah segar kepada konsumen. Penyebab utamanya karena suplai atau distribusi ikan dari sejumlah penghasil ikan basah mengalami penurunan.

“Mengenai kenaikan harga ikan memang tidak bisa terelakan seiring kiriman pasokan ikan dari nelayan mulai berkurang karena musim penghujan. Apalagi kondisi sekarang sisi permintaan ikan segar sangat melimpah, sedangkan pasokan ikan dari nelayan berkurang terjadi kenaikan harga,” kata Larasati.

Dirinya mengatakan kenaikan ikan basah tidak hanya terjadi pada harga cumi-cumi. Tapi hampir merata terjadi pada seluruh ikan basah lainnya. Bahkan harga udang kini mencapai Rp75 ribu per Kg, dari sebelumnya hanya kisaran Rp40 hingga Rp55 ribu per kg.

Sedangkan ikan tongkol kini menembus Rp65.000 per kg. “Sebagai pedagang sih sangat berharap besar agar kenaikan harga ikan dipasaran tidak terus merangkak naik, apalagi dalam tempo sangat lama, ” katanya.

Selain memasuki musim paceklik di musim penghujan, ternyata kenaikan dipicu sikap para nelayan yang lebih merespons penjualan ke para eksportir ikan. Apalagi iming-iming harga lebih tinggi dibandingkan dijual kepada pedagang tradisional, menyebabkan ikan kini sulit diperoleh pedagang ikan.

“Para nelayan setempat disana pun mungkin lebih memilih menjual kepada sejumlah eksportir, karena keuntungnya lebih besar. Akibatnya kami sebagai pedagang ikan di sejumlah pasar sangat kesulitan untuk memperoleh ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan di Sukabumi, ” katanya.

Sementara itu, salah seorang nelayan Palabuhanratu Supyandi (40) mengakui selama beberapa pekan ini sangat kesulitan memperoleh ikan segar. Selain karena akhir-akhir ini cuaca hujan sangat buruk, yakni gelombang pasang disertai angin sangat kencang.

“Kondisi cuaca hujan seperti itu, otomatis sangat menyulitkan kami sebagai nelayan untuk melakukan penangkapan ikan segar dilaut lepas. Soalnya cuaca sekarang sangat membahayakan serta mengancam keselamatan jiwa nelayan yang ada, ” ungkapnya.

Dampak cuaca hujan tersebut, jadi penyebab sekarang ini pasokan ikan segar kesejumlah pasar-pasar tradisional di Sukabumi menjadi menurun. Soalnya memang hasil tangkapan ikan tidak bisa normal.

“Kami pun bila bisa memperkirakan sampai kapan kondisi cuaca dilaut lepas akan kembali normal lagi, pasokan maupun harga akan bisa di sebulkan,” tandasnya.(cr1/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *