KABUPATEN SUKABUMI

Mengenal Siswi SMAN 1 Cibadak Sukabumi Auliya Ramadhani Dengan Segudang Prestasi

×

Mengenal Siswi SMAN 1 Cibadak Sukabumi Auliya Ramadhani Dengan Segudang Prestasi

Sebarkan artikel ini
Auliya Ramadhani, siswi SMAN 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi
Auliya Ramadhani, siswi SMAN 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi

Sebagai bagian dari Forum Anak Daerah Kabupaten Sukabumi dan seorang Youth Advocate di bawah pendampingan Plan Indonesia, ia telah terlibat dalam berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan isu dan pencegahan perkawinan anak. Menurutnya kesempatan untuk menjadi bagian dari tim penulis Policy Brief kali ini adalah langkah yang tepat dan bermakna.

“Saya melihatnya sebagai kesempatan untuk menyuarakan suara anak-anak dan masyarakat tentang pentingnya pencegahan perkawinan anak,” imbuhnya.

Bank bjb Tandamata

Meski sibuk dengan berbagai organisasi, namun Auliya ternyata masih tetap bisa membagi waktunya untuk belajar di sekolah.

“Jadi kalau gak dibuat list gitu kegiatannya akan bentrok, aku selalu usahain utamakan kegiatan sekolah,” imbuhnya.

Misalnya ada jadwal dispen di saat ulangan harian, dirinya akan minta ke guru untuk ulangan duluan supaya tidak perlu ikut susulan atau biasa mungkin langsung menemui gurunya dan mengobrol apa kendalanya.

“Kalau untuk belajar akademik versi diriku, aku selalu perhatiin dengan baik ketika guru sedang menerangkan materi pelajaran dan jangan pasif kalau ada yang membuat kita bingung langsung tanya ke gurunya. Intinya sih kita harus fokus sama apa yang sedang diusahakan daripada bandingin hasil, lebih baik bandingin ikhtiarnya. Pelan-pelan, gak semuanya harus sekarang,” tegasnya.

Auliya berharap, dari semua prestasi yang pernah diraih terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan orang-orang sekitar. Setiap pencapaian yang diraih, semoga bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk tidak pernah berhenti berjuang dan menggapai impian mereka.

“Tujuan saya adalah terus meningkatkan kemampuan dan kontribusi dalam bidang yang digeluti, serta menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi banyak orang. Dari setiap kesempatan yang saya punya, saya percaya bahwa walaupun kita memang tidak akan pernah bisa mengubah apa yang telah menjadi keputusan masyarakat, namun kita masih bisa memberikan edukasi terhadap pola pikir mereka,” pungkasnya. (wdy)