“Anak Mak setelah menjual tempat dan rumah langsung pergi begitu saja. Sekarang mereka tidak tahu berada dimana. Sementara, suami Mak sudah meninggal sekitar 25 tahun silam,” lirihnya.
Ditempat yang sama, Ketua RT 32, Kampung Gunungguruh, Ahmad Holilah (55) mengatakan, kondisi kehidupan Mak Uu meskipun sehari-hari hidup sendiri, tetapi ia bisa bertahan hidup. Tetangga di kampung menurutnya kadang memberikan bantuan.
Terlebih lagi, Mak Uu walaupun sudah tua renta, ia masih bisa memasak meskipun hanya nasi dan lauk seadanya. “Mak Uu ini, meskipun sudah berumur, tetapi kami tidak pernah mendengar mengeluh.
Padahal kondisinya sangat memprihatinkan dan ia sudah puluhan tahun tinggal di gubuk yang sudah reot,” paparnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, Mak Uu sebelum tinggal di gubuk ini, awalnya tinggal dengan suaminya di Kampung Gunungguruh. Namun, nasib Mak Uu mulai berubah sejak suaminya meninggal sekitar tahun 1993 silam.
“Saat suaminya meninggal, ke dua anak kandungnya itu, telah menjual tempat beserta rumahnya. Setelah itu, anaknya ini jarang menengok Mak Uu dan terkesan tidak peduli sehingga membiarkannya.
Untuk itu, warga disini suka memberi makan kepada Mak Uu. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah maupun orang dermawan untuk meringankan beban hidup nenek renta ini,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cikujang Uus Somantri mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan kondisi Mak Uu yang tinggal seorang diri di gubuk reot yang merupakan pemberian orang lain.



