Mak Uu yang tidak cakap berbahasa Indonesia ini, mengaku sudah lebih dari 10 tahun tinggal digubuk reot pemberian tetangganya itu.
Hampir di setiap pojok ruangan terdapat perkakas dapur dan sejumlah pakaian yang terpampang menggunakan seutas tali rapia.
Bahkan, dibagian ruangan dapur, tepatnya ditungku tempat memasak, terlihat seekor ayam dan kucing yang asyik menemani hidup Mak Uu setiap harinya. “Mak sudah biasa dengan keadaan begini.
Tapi, kalau malam memang berisik dan bau karena disamping gubuk ini, terdapat kandang kambing milik tetangga,” katanya.
Mak Uu sendiri tidak ingat betul tahun berapa, saat dirinya pindah dan tinggal di gubuk tersebut. Ia mengaku pindah dari rumah lamanya yang lokasinya masih satu kampung ini, setelah dua orang anaknya menjual rumah Mak Uu sekitar 2007 lalu.



