Semakin kurangnya minat anak-anak untuk menyaksikan atraksi doger monyet, ujar Rojudin, telah berdampak terhadap atraksi ini tersisihkan.
“Pada tahun 2000-an atraksi ini sangat terkenal dan dapat dimainkan berkali-kali dalam sehari. Namun pada zaman saat ini banyak anak-anak yang tidak mengenal apa itu atraksi doger monyet,” ujarnya.
Sementara itu, Imas (45) warga Kampung Cibatu Lana Jaya, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar mengatakan, doger monyet saat ini keberadaannya memang sudah banyak tidak dikenali oleh lapisan masyarakat. Bahkan, dikalangan anak-anak hiburan tersebut banyak tidak diketahuinnya.
“Untuk itu, saat pertunjukan doger monyet di pinggir jalan, warga dan anak-anak datang untuk melihat hiburan klasik ini,” katanya.
Warga dan anak-anak banyak yang terhibur saat melihat aktivitas monyet yang meniru tingkah laku manusia. Seperti, saat monyet mengenakan pakaian manusia, berdansa, mengemudi sepeda dan yang paling mengherankan saat monyet tersebut merokok kretek.



