Kepada Radar Sukabumi, Arga Gunandar (21), pemuda asal Perum Tanjungsari, RT 4/14, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi ini menceritakan awal mula kecintaannya terhadap hewan pemburu itu. Pria yang kini bekerja di salah satu perusahaan swasta ini mengaku, sejak mengenyam bangku SMA, dirinya telah memelihara ular yang ditemukan dekat kediamannya. Sejak saat itulah, kecintaannya terhadap ular terus bertambah hingga kini.
“Awalnya warga sekitar rumah saya menemukan ular, tanpa pikir panjang saya pelihara. Nah, sejak itulah hingga sekarang saya pelihara ular di rumah, sekarang di rumah ada 18 jenis ular, ” ungkapnya kepada Radar Sukabumi.
Penolakan memelihara ular dari orang tua, mulanya cukup keras kepadanya. Namun, saat dirinya bisa meyakinkan bahwa ular bisa dijadikan sahabat, barulah kedua orang tuanya mengizinkan. “Ya awalnya ibu marah. Karena ular sering kabur, apalagi di rumah ada ular jenis kobra yang cukup berbahaya. Tapi sekarang, orang tua udah izinkan asalkan kandangnya tertutup rapih,” ceritanya.
Kini, aktivitas yang sudah dijalaninya dua bulan ini yakni mengasuh ular kesayangannya ke taman Alun-alun Kecamatan Cisaat. Bukan untuk so jago-jagoan, melainkan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa ular juga dapat dijadikan teman dan membangun kesadaran supaya tidak sembarangan membunuh.
“Pada prinsipnya, saat kita tidak menggangu habitat dan membuat cemas ular, hewan ini tidak akan bereaksi apapun. Jadi, kami melalui komunitas ini mencoba memperkenalkan dan membangun kesadaran serta kecintaan masyarakat terhadap hewan, terutama ular,” terangnya.
Selama menjalani aktivitas pengenalan di Taman Alun-alun Cisaat ini, respon dari pengunjung bervariasi. Mulai dari ketakutan, penasaran hingga berkerumun melihat ular yang dibawanya ini. Namun begitu, dirinya tidak akan bosan untuk terus mengenalkan hal itu kepada masyarakat. “Saat kami bawa ular ini, reaksi macam-macam diperlihatkan pengunjung. Kebanyakan sih yang takut, di sana kami melakukan atraksi dan lainnya,” sebutnya.



