GUNUNGGURUH – Keluarga Atang (70), warga Kampung Muara, RT 2/5, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, tak bisa menyembunyikan rasa haru, saat gubuk reyotnya dibangun secara swadaya masyarakat dan pemerintah Desa Kebonmanggu, Kamis (12/7).
Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, rumah yang berukuran 5 kali 7 meter ini dibangun oleh warga sekitar secara swadaya. Lantaran, gubuk yang ditempati Atang bersama isterinya, Rokayah (90) ini kondisinya kian memprihatinkan. Selain, banyak genting yang bocor, kayu penyangga rumah tersebut sudah lapuk, akibat termakan usia. Sementara sang pemilik rumah, karena keterbatasan ekonomi, mereka tak bisa memperbaiki rumahnya.
Saat diperbaiki iut, Atang tak bisa berkata-kata setelah rumahnya selesai dibangun. Ia hanya dapat mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih kepada warga dan pemerintah Desa Kebonmanggu yang sudah membangun rumahnya itu. “Senang tentunya karena rumah saya sudah diperbaki. Sekarang keluarga saya tidak perlu khawatir jika terjadi hujan ataupun angin kencang,” jelas Atang saat berada di kantor Desa Kebonmanggu, kemarin.
Dirinya tak banyak bercerita mengenai kondisi rumah sebelum dibedah. Namun, dari foto yang disampaikan Atang, rumah tersebut sudah nampak mengkhawatirkan, mulai dari atap, dinding, hingga kayu penyangga rumahnya. “Alhamdulillah, setelah dibedah, rumah saya terlihat jauh lebih baik dan tertata rapi,” paparnya.
Kepala Desa Kebonmanggu, Rasnita mengatakan, rumah milik Pasutri lansia ini dibangun warga secara swadaya dan gotong-royong. “Alhamdulillah antusias warga untuk membantu sesama cukup tinggi. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut membantu perbaikan rumah Pak Atang,” jelas Rasnita.
Kini keluarga Atang, sambung Rasnita, bisa hidup tenang dan tidak memikirkan kondisi rumahnya yang saat itu nyaris ambruk. “Awalnya kami mendapat keluhan dari ketua RT dan tokoh masyarakat setempat bahwa ada pasutri yang tinggal di Rutilahu.



