Lima Warga Gunungguruh Positif DBD

  • Whatsapp
Kondisi gedung Puskesmas Gunungguruh di Jalan Pelabuhan II, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh

RADAR SUKABUMI — Petugas Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Puskesmas Kecamatan Gunungguruh, Eri Kustiawan mengatakan, sepanjang awal Januari sampai Maret 2020, terdapat delapan warga Kecamatan Gunungguruh yang terserang penyakit DBD.

“Berdasarkan pemeriksaan tim medis, dari delapan warga yang terserang penyakit ini, lima warga dinyatakan positif DBD dan tiga diantaranya suspek,” jelas Eri kepada Radar Sukabumi, kemarin (23/4).

Bacaan Lainnya

Dalam mengantisipasi penyebaran penyakit itu, sambung Eri, Puskesmas Kecamatan Gunungguruh terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh warga Kecamatan Gunungguruh, menggencarkan program kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah tangga, melakukan Fogging atau pengasapan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Pada cuaca ekstrim saat ini, patut diwaspadai terhadap penyebaran penyakit DBD. Untuk itu, dalam mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut, petugas Puskesmas Kecamatan Gunungguruh selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat soal bahaya DBD,” paparnya.

Menurut Eri, peran serta masyarakat sangat penting agar wilayah Kecamatan Gunungguruh terbebas dari ancaman DBD. Untuk itu, pihaknya selalu sosialisasi kepada masyarakat soal menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah dan lingkungan masing-masing.

“Tidak mudah melakukan perubahan tanpa dukungan dan kesadaran dari semua pihak, khususnya warga,” paparnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, program kader Jumantik sangat penting dilakukan, mengingat kondisi cuaca yang terjadi saat ini yang memungkinkan berkembang-biaknya nyamuk Aedes Aegypti dan menjadi penyebab penyakit DBD.

“Cara terbaiknya adalah rajin membersihkan rumah dari sarang nyamuk yang dilakukan jumantik. Langkah ini sangat mudah untuk melakukan pemberantasan DBD, apalagi bila dibarengi dengan pelaksanaan PSN,” imbuhnya.

Selain itu, bila dilanjutkan dengan masyarakat mulai menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah dan lingkungannya, pasti rumah dan lingkungan mereka menjadi asri, indah dan nyaman.

“DBD harus diberantas karena membahayakan kesehatan dan juga keselamatan warga. Untuk itu, semua pihak terlibat dalam upaya pencegahan ini. Sehingga wilayah Kecamatan Gunungguruh dapat terbebas dari penyebaran penyakit DBD,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *