KABUPATEN SUKABUMI

Lensa Sukabumi Soroti Marak Kasus Pelecehan dan Tawuran Pelajar

×

Lensa Sukabumi Soroti Marak Kasus Pelecehan dan Tawuran Pelajar

Sebarkan artikel ini
Lensa Sukabumi Soroti Marak Kasus Pelecehan
Direktur Lensa Sukabumi, Daden Sukendar, saat melakukan rakor bersama anggota Lensa Sukabumi

SUKABUMI – Direktur Lembaga Penelitian Sosial dan Agama (LENSA) Sukabumi, Daden Sukendar, mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap maraknya kenakalan remaja yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi, terutama setelah kejadian tragis di wilayah Kecamatan Caringin baru-baru ini yang menyebabkan korban jiwa.

Daden menekankan bahwa masalah ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, ia juga menyoroti masih tingginya angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut.

Bank bjb Tandamata

“Perlu adanya perhatian serius dari semua pihak untuk mengatasi permasalahan ini. Optimalisasi fungsi Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) sangat penting dalam meningkatkan kepekaan sosial di masyarakat,” kata Daden kepada Radar Sukabumi pada Minggu (27/10).

Pihaknya menekankan, bahwa pentingnya peran semua pihak dalam mengatasi masalah ini, terutama dalam optimalisasi fungsi Rukun Warga dan Rukun Tetangga untuk meningkatkan kepekaan sosial. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan individu sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang.

“Kita harus bekerja sama untuk mencegah dan menangani kasus-kasus kenakalan remaja dan kekerasan seksual ini. Perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi prioritas utama kita,” ujar Daden.

Daden juga menekankan pentingnya pendidikan dan pembinaan yang lebih baik bagi generasi muda, agar mereka dapat memahami nilai-nilai kebaikan dan menghormati hak-hak orang lain. Selain itu, pembentukan komunitas peduli sosial juga dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan aman bagi semua warga.

“Kami menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk tokoh agama di pesantren, masjid, gereja dan tempat lbadah lainnya, juga para kepala sekolah dalam memberikan penguatan mental remaja dan generasi muda Kabupaten Sukabumi, juga bisa melakukan pemberdayaan remaja dan pemuda melalui lembaga-lembaga yang kompeten di Kabupaten Sukabumi,” tukasnya.

“Kita harus saling peduli dan bertanggung jawab satu sama lain. Dengan kerjasama dan kesadaran bersama, kita dapat menciptakan Sukabumi yang lebih aman dan damai,” timpalnya.

“Iya, kami berharap dengan kerjasama antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait, tindakan preventif dapat diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya. (Den)