SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com- Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kabupaten Sukabumi akan menggandeng beberapa organisasi pelajar atau pemuda untuk meminimalisir aksi radikalisme.
Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Sukabumi, Daden Sukendar mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan beberapa organisasi untuk mengkampanyekan penolakan aksi kekerasan atau radikalisme di tengah-tengah masyarakat. “Kami akan berupaya mengajak setiap sekolah terutama sekolah negeri agar bisa bersinergi dalam program deradikalisasi yang bertajuk ‘Sekolahku Damai, Sekolaku Rukun, Sekolahku Bersih dari Radikalisasi’,” kata Daden kepada Radar Sukabumi, kemarin (21/7).
Lanjut Daden, dari beberapa penelitian, terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi seseorang menjadi radikal. Yaitu pemahaman yang salah dan pengalaman pernah mengalami diskriminasi. “Pemahaman salah terhadap ajaran agama misalnya, terjadi karena menerima dari sumber yang salah sehingga seringkali mendorong pelajar menjadi radikal. Pemahaman jihad umpamanya sering dimaknai hanya dengan perang, padahal bagi seorang pelajar, belajar dengan sungguh-sungguh untuk bekal dimasa mendatang juga sudah termasuk jihad. Kemudian sikap memandang musuh pada setiap orang lain juga bisa memicu sikap intoleran dan dapat menjadi akar radikalisme,” ujarnya.
Selain itu diterangkan Daden, seseorang bisa menjadi sosok radikal karena pernah mengalami diskriminasi atau ketidakadilan berbasis kekerasan. Baik fisik maupun verbal. Biasanya pelajar yang pernah mengalami perlakuan demikian di lingkungannya baik di rumah maupun sekolah atau lingkungan masyarakat memiliki kecenderungan mudah terpapar radikalisme. “Cara mencegahnya adalah dengan menciptakan ruang komunikasi antara pelajar yang memiliki latar perbedaan agama. Karena ini yang paling mudah menyulut terjadinya radikalisme,” imbuhnya.
Tak haya itu, sambung Daden, perlu juga memperkuat penyampaian konten positif terhadap para pelajar. “Harus menanamkan pemahaman yang positif, misalkan semua adalah saudara, mungkin saudara seagama, atau saudara sebangsa atau saudara sesama manusia. Jika kita bersaudara, maka membenci saudara adalah perbuatan tidak terpuji yang harus dihindari,” ulasnya.
Menurutnya, dalam menyikapi persoalan radikalisme tersebut, sekolah khususnya kepala sekolah dan bagian kesiswaan harus ikut memantau secara intens segala kegiatan ekstrakurikuler siswa. Lantaran biasanya seperti yang terjadi disalah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Sukabumi baru-baru ini, dimungkinkan karena belum optimalnya civitas akademika melakukan pengawasan terhadap berbagai aktivitas di lingkungannya. “Kami harap, Sukabumi bersih dari radikalisasi. Para pemangku kepentingan terutama Pemda, Kemenag dan Dinas Pendidikan, tidak berpangku tangan, harus ada tindaklanjut pembinaan kepada pa pelajar terutama yang berada di sekolah atau Madrasah Negeri,” pungkasnya. (bam/d)
Lakpesdam NU Fokus Berantas Radikalisme



