KABUPATEN SUKABUMI

Koramil Jampangtengah Siaga Bencana Alam

×

Koramil Jampangtengah Siaga Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
Danramil Jampangtengah Kapten Inf Sudaryo saat mengintruksikan anggotanya untuk siaga bencana alam.

JAMPANGTENGAH – Dalam meminimalisir terjadinya resiko bencana alam, Koramil Kecamatan Jampangtengah menghimbau kepada seluruh warga Kecamatan Jampangtengah dan Kecamatan Purabaya agar meningkatkan kewaspadaannya mengenai ancaman bencana alam di musim hujan. Seperti banjir, longsor, puting beliung dan lainnya.

Danramil Jampangtengah Kapten Inf Sudaryo mengatakan, dari belasan desa yang ada di Kecamatan Jampangtengah dan Kecamatan Purabaya, terdapat beberapa desa yang masuk kategori rawan bencan alam di musim hujan.

Bank bjb Tandamata

Yakni, Desa Nangerang, Cijulang dan Desa Bantaragung, Kecamatan Jampangtengah. Sementara di wilayah Kecamatan Purabaya terdapat dua desa. Yaitu, Desa Cimerang dan Desa Purabaya.

“Kami sudah menginstruksikan kepada seluruh babinsa agar aktif monitoring di wilayahnya masing-masing dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam. Seperti banjir, longsor dan angin puting beliung,” jelas Kapten Inf Sudaryo kepada Radar Sukabumi, Jumat (21/2).

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan seluruh stakehoalder.

Seperti Polri, pemerintah kecamatan dan seluruh pemerintah desa agar bersama-sama memberikan edukasi kepada warga agar mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam pada musim hujan.

“Saya sudah memerintahkan semua anggota agar senantiasa memelihara komunikasi dengan segenap warga binaannya, sehingga mampu melakukan koordinasi secara cepat,” timpalnya.

Pihaknya juga meminta kepada seluruh anggotanya untuk menggencarkan sosialisasi tentang pencegahan bencana alam. Ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.

Tak hanya itu, masyarakat juga harus dapat mengenali potensi bencana alam yang bisa terjadi di daerahnya. “Masyarakat harus bisa kenali risiko bencana, pahami dampaknya dan bisa menanggulanginya,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, penanggulangan bencana ini misalnya, masyarakat tidak mendirikan bangunan di lereng dan tidak melakukan penebangan pohon sembarangan. Sebab, hal ini dapat menyebabkan bencana alam seperti longsor dan lainya.

“Sementara untuk mengantisipasi gempa bumi disarankan masyarakat membuat bangunan yang bisa tahan gempa,” paparnya.

Untuk itu, seluruh masyarakat harus dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaannya terhadap potensi bencana yang ada.

“Selain itu, masyarakat juga harus cepat tanggap ketika terjadi tanda-tanda bencana alam seperti longsor maupun bencana lainnya agar segera melaporkan kepada petugas atau pemerintah setempat,” pungkasnya. (den/d)