Kisruh PT SNN, FKPPI Siap Turun Tangan Sikapi Pihak Ketiga

SUKABUMI – Menyikapi adanya dugaan keterlibatan pihak ketiga, dalam persoalan pengrusakan, perusahaan perkebunan PT Surya Nusa Nadicipta (SNN) di Desa Pasirdatar Indah, Kecamatan Caringin, yang dilakukan oleh ratusan warga pada beberapa waktu lalu, mendapat sorotan dari Ketua Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI) Kabupaten Sukabumi, Lucky Adji.

Menurutnya, pengrusakan sejumlah aset perusahaan hingga dilakukan pembakaran oleh aksi massa tersebut, diduga telah terjadi provokasi. Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Pasirdatar Indah dan Desa Sukamulya, Kecamatan Caringin, agar tidak mengulangi kembali perbuatan yang anarkis dan main hakim sendiri tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saya selaku Ketua FKPPI sangat menyayangkan terhadap sikap aksi massa ini. Sebab, pergerakan mereka tidak mendapatkan solusi yang baik. Bahkan, aksinya dominan telah melakukan pengrusakan,” jelas Lucky Adji kepada Radar Sukabumi.

Setiap warga negara yang berdaulat, berhak menyampaikan aspirasinya sesuai dengan asas demokrasi. Namun, ia sangat menyayangkan terhadap aksi massa tersebut, karena tidak menuai titik terang dalam menyelesaikan masalah lahan pertanian tersebut.

“Kalau pun ada, aksi di haruskan berlangsung damai. Saya pikir ini, ada pihak ketiga yang terlibat dalam aksi massa itu yang telah memprovokasi warga. Sebab, saya menilai warga dari dua desa ini, sangat baik dan santun. Untuk itu, bagi pihak ketiga yang terlibat dalam persoalan ini. Khususnya telah memprovokasi akan berhadapan dengan FKPPI,” paparnya.

Ia menilai, rencana pembangunan objek wisata yang akan dibangun oleh PT SNN ini, merupakan langkah positif yang harus mendapatkan dukungan dari semua element. Apalagi, pengembangan objek wisata yang akan dibangun di lahan seluas ratusan hektare ini, sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Sukabumi. Yakni, Sukabumi lebih baik dan mandiri.

“Dengan adanya objek wisata, tentu akan mendongrak laju pertumbuhan ekonomi warga. Bahkan, harga jual sayur mayur juga akan melonjak naik. Sebab, tidak bisa dipungkiri ketika objek wisata sudah dibangun, tempat tersebut, akan menjadi buruan para wisatawan domestik.

Ya, warga kan bisa berjualan. Bahkan, akses transportasi utama warga akan lebih baik. Kalau sekarang bisa di ketahui, jalan menuju Desa Pasirdatar sangat memprihatinkan, karena banyak berlubang,” paparnya.

Sebab itu, Bupati Sukabumi harus dapat memback up permaslahan ini. Karena dengan tumbuhnya objek wisata dapat meningkatkan taraf hidup warga sekitar. Sementara, untuk pembangunan objek wisata, PT SNN juga sudah jelas, bahwa lahan ratusan hektre tersebut, merupakan milik PT SNN secara sah dengan legalitas Hak Guna Bangunan (HGB) nya.

“Kalau ada hal lain, warga yang belum jelas terkait kepemilikan tanah ini. Kami harap warga dapat menempuhnya sesuai dengan hukum yang berlaku. Bukan, seperti kemarin main hakim sendiri hingga melakukan pengrusakan bahkan hingga pembakaran,” tandasnya.

Selain itu, ia juga telah mengapresiasi kepada pihak kepolisian yang sudah berhasil membekuk sebanyak 10 pelaku yang diduga telah melakukan provokasi dalam aksi massa pengrusakan kantor PT SNN. “Saya meminta kepada polisi agar mengusut tuntas pihak ketiga agar dapat mengetahui siapa dalangnya.,” pungkasnya. (cr13/d)

Pos terkait