SUKABUMI — Forum Komunikasi Pendidikan Alquran (FKPQ) Kabupaten Sukabumi, berupaya memperjuangkan kesejahteraan guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan Taman Kanak-kanak Alquran (TKQ). Pasalnya, kualitas pendidikan tergantung dari tingkat kesejahteraan pendidiknya.
Ketua DPD FKPQ Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar mengatakan, saat ini FKPQ tengah berjuang untuk menyetarakan perhatian pemerintah daerah terhadap TKQ yang jumlahnya mencapai 428 sekolah. “Memang kesejahteraan para pengajar TKQ yang menjadi persoalan kita saat ini.
Karena memang kualitas pendidikan itu tergantung dari tingkat kesejahteraan pendidik,” kata Ali kepada Radar Sukabumi, Selasa (28/1).
Dijelaskan Ali, pendidikan Alquran ini terdapat tiga jenjang yakni, TKQ, Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Talimul Quran Lil Aulad (TQA). Khusus untuk TKQ, DKPQ bakal mendorong agar mendapatkan stimulus sama seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada umumnya.
“Jadi ada uang kesejahteraan untuk guru TKQ ini. Selain itu juga mendapatkan dukungan alat peraga edukatif termasuk juga kurikulum. Sebab itulah kehadiran DKFQ ini hadir untuk mendorong agar TKQ dapat lebih produktif,” ujarnya.
Sejauh ini, sambung Ali, FKPQ sudah menyampaikan kepada Bupati Sukabumi, Marwan Hamami agar dapat dijadikan bahan kajian agar tidak ada lagi kesenjangan atara TKQ dengan PAUD. “Kami sudah menyampaikan itu semua kepada Pak Bupati agar pemerintah daerah dapat merangkul TKQ ini,” ucapnya.
Menurut Ali, selama ini TKQ mendapatkan suport dari Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi dan memberikan uang insetif.
“Meski belum seberapa, tapi kami bersyukur Kemenag sudah memberikan suport. Selain dari Kemenag ada juga dari pengalokasian dana fisabilillah dari Baznas Kabupaten Sukabumi setiap tahun yang dialokasikan untuk operasional dan insentif pengajar.
Setiap tahun dari Baznas memberikan Rp250 ribu sampai Rp750 ribu persolokah. Meski demikian, tentunya ini masih jauh dari kesejahteraan. Sebab itu kami akan terus berupaya memperjuangkan kesejahteraan guru TKQ ini,” paparnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan meminta, agar Kemenag dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi bersama mensuport TKQ. “Kami harap, Kemenag dan Disdik bisa bersama-sama memajukan TKQ ini sehingga tidak akan ada dikotomi,” singkatnya. (bam/d)






