“Karena beras ini makanan poko jadi kami memaksakan untuk membelinya meskipun harganya naik. Hanya saja, tadinya suka membeli 10 kilogram sekarang dikurangi. Ya, disesuaikan dengan uang yang ada,” akunya.
Ia berharap, harga sembako bisa normal kembali sehingga tidak memberatkan kepada para pembeli apalagi masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah.
“Saya harap harga sembako khususnya beras bisa noermal kembali. Kasian warga yang ekonuminya menengah ke bawah,” harapnya.
Sementara itu, Koordinator Pasar Cibadak, Agung Koswara mengungkapkan, kenaikan harga tersebut bukan dipengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar yang saat ini menembus Rp15.002 per dolar AS, akan tetapi disebabkan pasokan dari distributor berkurang.
“Harga beras memang naik termasuk premium dan beras Bulog pun ikut-ikutan naik, namun itu bukan dipengaruhi oleh harga dollar yang naik,” ujarnya.
Ia menambahkan, beras yang beredar di Pasar Cibadak bukan beras hasil impor, melainkan dari petani lokal seperti dari Kabupaten Sukabumi dan Karawang. “Jadi meskipun harga dollar naik tapi tak terlalu berpengaruh,” bebernya.





