Kasus Keracunan Es Cendol Jampangtengah Berstatus KLB

  • Whatsapp
EVAKUASI : Petugas gabungan saat mengevakuasi warga yang keracunan massal usai menyantap es cendol pada buka puasa di Kedusunan Kubang, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah.

JAMPANGTENGAH – Pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait peristiwa keracunan makanan massal di Desa Sindangresmi dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah.

Berdasarkan data yang tercatat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jampangtengah, terdapat 47 jumlah korban keracunan yang ada di dua desa tersebut. Mereka mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan es cendol pada buka puasa. Minuman itu, mereka dapat dari pedagang keliling yang berada di wilayah kampung tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Puskesmas Jampangtengah, dr Imanuel kepada Radar Sukabumi mengatakan, dari 47 korban keracunan massal ini, 18 korban diantaranya telah dievakuasi ke Puskesmas Jampangtengah, sementara korban lainnya telah ditangani di setiap posko desa masing-masing dengan bantuan tim medis dari Puskesmas Jampangtengah.

“Dari 18 pasien yang dirawat di Puskesmas Jampangtengah, sekarang tinggal dua pasien lagi yang masih berada di sini.

Karena kondisi badannya masih lemas. Semantara, 16 pasien lainnya sudah pulang pagi tadi ke rumahnya masing-masing dengan kondisi sehat seperti biasanya,” kata Imanuel kepada Radar Sukabumi pada Jumat (07/05/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dua pasien yang kini masih berada di Puskesmas Jampangtengah untuk mendapatkan penanganan tim medis secara intensif itu, diketahui satu pasien berjenis kelamin perempuan berusia 50 tahun dan satu pasein lainnya berjenis kelamin laki-laki berusia sembilan tahun.

“Kita belum tahu kapan dua pasien ini bisa pulang. Karena, kalau sekarang tidak memungkinkan. Karena, kondisi badan mereka masih lemas,” paparnya.

Menurut Imanuel, dugaan sementara penyebab keracunan massal ini, terjadi karena warga menyantap es cendol saat buka puasa pada pada Rabu (05/05/2021).

Namun, untuk memastikan hal tersebut, Puskesmas Jampangtengah sudah berupaya maksimal. Selain menangani korban, juga telah mengambil air minum atau es cendol tersebut untuk dijadikan sample di laboratorium.

“Hasilnya belum keluar. Paling juga dua atau tiga hari lagi dari hari sekarang hasil labnya itu keluar,” pungkasnya. (den/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *