Berdasarkan keterangan keluarganya, anak tersebut mengeluh kepada orangtuanya sejak 20 hari yang lalu. Ketika merintih kesakitan, ia kerap mengusap dibagian perutnya yang tampak membesar itu.
“Sampai saat ini, belum ada pihak pemerintah yang datang kerumah korban, kecuali dari pihak Puskesmas Cibitung. Ya, itupun atas rujukan dan rekomendasi dari Rumah Sakit Jampang Kulon,” jelasnya.
Pihaknya merasa prihatin saat melihat kondisi kesehatan Nurul Hidayat. Terlebih lagi, hingga saat ini belum juga ada bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu pengobatan bocah pengidap gizi buruk tersebut.
“Saat ini, kami bersama dengan anggota komunitas Duduluran Pajampangan, tengah berusaha melakukan penggalangan dana untuk membantu pengobatan Nurul Hidayat,” paparnya.
Tim Puskesmas Cibitung yang di komandoi oleh Yogianto pada Senin (10/12) siang, sudah meninjau langsung ke rumah penderita gizi buruk tersebut. Pihak Puskesmas telah berupaya membujuk keluarga korban agar segera membawa Nurul Hidayat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. “Rujukan ini, sesuai instruksi dari Dokter Spesialis Rumah Sakit Jampang Kulon,” ujarnya.
Namun, saat Nurul Hidayat hendak dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, pihak keluarga Nurul Hidayat menjumpai sejumlah kendala. Salah satunya, persoalan biaya operasional pendamping pasien selama ditangani di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Saat ini, keluarga pasien sangat berharap bantuan dari semua pihak, khususnya pemerintah daerah





