Kadishub Meradang ,Jalan Padabeunghar Rusak Parah

CIKEMBAR – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana mengaku geram dengan aktivitas muat angkut barang di Jalan Raya Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Minggu (12/11).

Pasalnya, akibat sering dilintasi kendaraan berat dan mobil tronton yang bermuatan batu karang yang over tonase, keadaan jalan di kawasan tersebut menjadi rusak parah. Selain banyak lubang mengangga di tengah jalan, juga telah menyebabkan sejumlah rumah warga yang lokasinya berada di pinggiran jalan tersebut mengalami kerusakan. Bahkan, akibat jalan rusak tersebut, tidak sedikit para pengendara yang menjadi korban kecelakaan.

Bacaan Lainnya

“Untuk itu, kami akan ingatkan dan tindak tegas para pengemudi kendaraan berat melalui operasi kendaraan yang muatannya lebih dari kapasitas. Baru-baru ini, kami juga telah melaksankan operasi di lapangan bersama Polres Sukabumi, menindak pelanggaran itu,” jelas Thendy saat dihubungi Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, Minggu (12/11).

Lebih lanjut ia menjelaskan, Dishub Kabupaten Sukabumi yang bertanggung jawab dalam mengawasi kendaraan angkutan sangat menyayangkan perihal banyaknya kendaraan berat yang melintas jalan tersebut, yang menuai protes dari warga.

“Para pengusaha angkutan yang semaunya melakukan aktivitas angkutan melebihi tonase yang ditentukan, akan kami sikapi dengan tegas. Untuk itu, kami akan gencarkan operasi dengan melakukan Tilang di tempat. Apalagi, Jalan Raya Padabeunghar-Jampangtengah itu, masuk pada kategori kelas III dan muatan barangnya jangan sampai lebih dari 24 ton,” tandasnya.

Sementara itu, seorang warga Kampung Padabeunghar, RT 4/1, Eri (45) mengatakan, warga Desa Padabeunghar merasa geram terhadap banyaknya dum truk yang membawa material tambang batu kapur dan kayu hasil hutan di atas aturan yang sudah ditentukan.

“Akibat jalan ini sering dilalui kendaraan berat, pagar rumah saya sampai ambruk dan dinding serta lantainya banyak yang retak. Apalagi pada waktu malam hari, keluarga saya tidak bisa istirahat dengan tenang, karena saat kendaraan berat melintas dinding dan kaca rumah selalu bergetar. Seperti layaknya ada gempa bumi,” imbuhnya.

Untuk itu, ia dan juga warga lainnya berharap kepada Dishub Kabupaten Sukabumi dan Polres Sukabumi agar segera menertibkan kendaraan yang melampaui kapasitas muatan jalan tersebut.

“Setiap harinya warga Desa Padabeunghar yang rumahnya berada di pinggir jalan, terus dihantui was-was saat kendaraan berat melintas. Padahal sudah ada rambu-rambu bahwa jalan ini maksimal angkutan 24 ton, namun ternyata tiap hari kendaraan angkut dengan kapasitas lebih dari 41 ton hingga 51 ton sering melintas membawa material tambang dan kayu,” pungkasnya. (cr13/t)

Pos terkait