Secara historis, Kabupaten Sukabumi juga memiliki peran penting dalam perkembangan MD di Indonesia. Wilayah ini pernah dijadikan proyek percontohan nasional oleh Kementerian Agama, dan dikenal lewat kiprah almarhum KH. Ahmad Sanusi, tokoh pelopor pendidikan diniyah dari Gunungpuyuh.
“Jumlah yang besar ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan. Sarana dan prasarana belum sepenuhnya optimal. Kami masih banyak mengandalkan kemitraan, meski pemerintah daerah sesekali memberi dukungan,” ujar Henda.
Ia menegaskan bahwa Kemenag bertanggung jawab memastikan pembelajaran sesuai peraturan, termasuk materi keagamaan yang berpijak pada nilai-nilai Islam moderat. Meski ijazah dikeluarkan secara mandiri oleh lembaga, Kemenag tetap mengawasi proses dan kualitas pendidikan.
“Dengan jumlah MD yang besar, Sukabumi menunjukkan keseriusan dalam menjaga pendidikan keagamaan sekaligus melestarikan nilai-nilai religius masyarakat,” pungkasnya.(den/d)






