SUKABUMI — Kabupaten Sukabumi menempati peringkat kedua sebagai daerah dengan jumlah Madrasah Diniyah (MD) terbanyak di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan data dari laman Satu Data Indonesia, terdapat sekitar 2.530 lembaga madrasah diniyah non-formal yang tersebar di berbagai kecamatan.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, Henda, menyampaikan bahwa tingginya jumlah lembaga pendidikan keagamaan tersebut mencerminkan semangat masyarakat dalam membangun karakter melalui pendidikan agama.
“Jumlah pesantren salafiyah, khalafiyah, dan pendidikan kesetaraan yang telah terdaftar mencapai 1.035 lembaga, sementara MD non-formal sekitar 2.530 lembaga,” ujar Henda, Kamis (17/7).
Ia menjelaskan bahwa rata-rata jumlah MD per kecamatan berkisar antara 50 hingga 60 lembaga. Banyaknya jumlah ini tidak lepas dari tradisi lokal yang mengintegrasikan pendidikan diniyah dengan pendidikan dasar sejak lama.
Menurut Henda, MD memiliki peran penting sebagai penyempurna pendidikan agama Islam di tingkat sekolah dasar yang waktu pengajarannya terbatas dalam kurikulum formal.
Kemenag Sukabumi tidak membatasi masyarakat untuk mendirikan MD, asalkan sesuai dengan ketentuan dan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI. Pihaknya berperan dalam aspek teknis, perizinan, dan kurikulum.
“Kami mendorong agar penyelenggara MD memenuhi standar operasional agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” jelasnya.
Meski bersifat non-formal dan tidak wajib bagi siswa SD, Henda mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan MD sebagai sarana pembentukan karakter dan akhlak.






