Selama ini, masih kata Karom, jembatan milik pemerintah desa setempat ini berfungsi untuk mempersingkat jarak tempuh warga menuju tempat publik. Namun setelah nyaris ambruk ini, warga terpaksa harus menempuh jarak yang cukup jauh demi bisa menjalankan kegiatan sehari-hari.
“Karena sekarang jembatan ini rusak, maka warga pun terpaksa harus melalui jalan Cibule Kampung Caringin. Ini tentunya jarak tempuhnya cukup jauh dibanding dengan saat melalui jembatan,” paparnya.
Hal serupa dikatakan warga lainnya, Empar (37). Menurutnya, jembatan Caringin dibangun secara swadaya masyarakat pada 2015 silam. Warga memanfaatkan jembatan ini untuk mendistribusika hasil pertaniannya ke pasar. “Setelah kerusakan ini, sekarang warga tidak optimal menjual hasil taninya ke pasar. Sebab, akses jembatannya tidak bisa dilalui,” akunya.
Selain harus menempuh jalan Cibule yang jaraknya cukup jauh, warga yang ingin beraktivitas juga saat ini harus melalui jembatan gantung Cibule yang kondisinya sama-sama sudah lapuk. “Jembatan gantung itu terbuat dari bambu dan kondisinya sudah sangat memprihatinkan. tentunya sangat membahayakan juga bagi yang melintasinya,” jelasnya.
Atas kondisi ini, Empar yang mewakili warga lainnya berharap supaya pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi memberikan bantuan untuk membangun kembali jembatan yang sangat penting bagi masyarakat dari dua kecamatan ini. “Kami sudah laporkan peristiwa ini kepada pemerintah desa dan juga kecamatan. Informasinya dalam waktu dekat jembatan ini akan segera diperbaiki,” pungkasnya. (cr13/d)





