KABUPATEN SUKABUMI

Jelang Idul Adha, Polsek Kebonpedes Sukabumi Obok-obok Ternak Sapi dan Domba

×

Jelang Idul Adha, Polsek Kebonpedes Sukabumi Obok-obok Ternak Sapi dan Domba

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Kebonpedes, IPTU Tommy Ganhany Jaya Sakti
Kapolsek Kebonpedes, IPTU Tommy Ganhany Jaya Sakti, saat meninjau lokasi ternak domba dan sapi potong di wilayah Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes.

SUKABUMI – Jelang Idul Adha 1444 Hijriah atau 2023 Masehi, Polsek Kebonpedes, Polres Sukabumi Kota, melakukan monitoring ke lokasi peternakan sapi dan domba potong di wilayah Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (23/06).

Kapolsek Kebonpedes, IPTU Tommy Ganhany Jaya Sakti kepada Radar Sukabumi mengatakan, ia mengaku sengaja mrlakukan monitoring dan pengecekan hewan ternak untuk qurban sebagai salah satu bentuk antisipasi penyebaran virus PMK di wilayah hukum Polsek Kebonpedes.

Bank bjb Tandamata

“Semua ternak untuk qurban di wilayah kami, sudah melalui pengecekan dinas Kesehatan hewan Kabupaten Sukabumi,” kata Tommy kepada Radar Sukabumi pada Jumat (23/06).

Pengecekan dilakukan di peternakan sapi potong milik Wawan yang lokasinya berada di Kampung Cikawung, RT 002/RW 004, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi dan di peternakan domba potong milik Ujang di Kampung Sasagaran, RT 02/RW 03, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes.

“Seluruh ternak domba dan sapi potong sudah diberikan simbol telah melalui uji kelayakan siap untuk dijadikan qurban dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Iya, ada lebih 400 ekor,” paparnya.

Ratusan ekor hewan qurban ini, sambung Tommy, khususnya sapi, mayoritas diambil dari wilayah Malang dan Purwodadi, Jawa Tengah. “Jadi, hewan qurban di wilayah kita itu, bukan hanya di jual di dalam Kota dan Kabupaten Sukabumi saja. Tetapi, juga dijual hingga sampai daerah Cianjur, Bogor, Jakarta dan lainnya,” bebernya.

Meski ratusan ekor sapi dan domba itu, tidak terpapar virus PMK. Namun, ia mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Kebonpedes, agar cermat dalam memilih hewan ternak untuk hewan qurban.

“Apabila ditemukan gejala virus PMK, maka disarankan agar segera koordinasi dengan dinas kesehatan hewan setempat atau kepada kami. Selain itu, para peternak juga agar mengecek secara continue terkait kesehatan hewan qurban,” pungkasnya. (Den)