KABUPATEN SUKABUMI

Jelang Healthy Cities Summit, DLH Kabupaten Sukabumi Akan Lakukan Hal Ini Agar Sampah Tertangani Dengan Baik

×

Jelang Healthy Cities Summit, DLH Kabupaten Sukabumi Akan Lakukan Hal Ini Agar Sampah Tertangani Dengan Baik

Sebarkan artikel ini
Prasetyo kepala dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi
Prasetyo kepala dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi

PALABUHANRATU – Jelang HCS (Healthy Cities Summit) 2024 yang tinggal dari sepekan, sejumlah persiapan dilakukan jajaran pemerintahan daerah kabupaten Sukabumi dalam menyambut peserta.

Salah satunya dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, dalam upaya menciptakan kebersihan dengan penanganan sampah, di sepanjang jalur atau lokasi yang dianggap rawan terjadi penumpukan salah satunya di kawasan wisata.

Bank bjb Tandamata

Diungkapkan kepala dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi Prasetyo, sejaj jauh jauh hari telah mengintruksikan personelnya dalam penanganan sampah agar lebih masksimal, bukan hanya menjelang HCS namun harus dilakukan secara terus menerus.

“Iya harus, hari ini mungkin kebetulan ada penyelenggaraan HCS, jadi penanganan sampah semakin lebih digebyarkan. Saya berupaya supaya kota kita bersih, apalagi pada saat HCS dan setelah HCS pun kita lakukan terus jadi tidak hanya hari ini saja,” ujar Prasetyo kepada Radar Sukabumi belum lama ini.

Prasetyo menegaskan, dalam beberapa kesempatan saat melaksanakan peninjauan langsung kelapangan, tidak bosan bosa terus menghimbau dan mengajak semua pihak penanganan sampah hendaknya menjadi budaya masyarakat Palabuhanratu, karena jika hal itu terus dilakukan bukan tidak mungkin persoalan tumpukan sampah tidak bisa teratasi.

“Kita tinggal gerakan, mungkin harus ada sanksi sedikit, jika masih kedapatan oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan, seperti di jembatan Bagbagan Simpenan, meski sudah dipasang himbauan masih saja masyarakat buang sampah ke situ, berarti masyarakatnya bandel,” jelasnya.

“Nanti kita pasang CCTV saja di jembatan Bagbagan itu, kita tangkap jika ada kedapatan masyarakat buang sampah sembarangan, atau kita viralkan, untuk memberikan efek jera, sepertinya harus begitu,” imbuhnya.

Adapun saat ini, kata Prasetyo lagi telah menyiapkan startegi penanganan sampah tidak hanya di wilayah Palabuhanratu sebagai ibu kota namun di wilayah wilayah lainnya dengan gerakan mulai ditingkatkan sejak 25 Juli hingga tiga hari setelah gelaran HCS 2024 di Grand Inna Samudra Beach Hotel.
“Karena sudah pasti para tamu atau peserta HCS dari bernagai wilayah di Indonesia ini akan berkunjung ke tempat wisata, makanya kita berusaha jangan sampai terlihat kotor. Sebetulnya armada yang paling utamanya dan komitmen pengelola wisatanya,” terangnya.

“Jadi nanti pasti armada pengangkutan sampah akan lebih intens dibanding hari hari biasa, kita sudah punya di belakang Korwil TPSS jadi diangkut sampai situ saja dulu, nanti kedepan tidak usah sampai ke Cimenteng kita olah di situ,” ucapnya. (Ndi)