“Jadi, saya tegaskan lagi yah. Tawurannya gak ada, karena berhasil digagalkan warga. Nah, hari ini adalah pembinaannya,” tandasnya.
“Nah, sekarang kan kepedulian guru dari sekolah SMK Sukalarng, telah menyerahkan siswa yang akan tawuran kesini, agar dibina, dididik dan jangan sampai terulang,” timpalnya.
Sebelum dipulangkan kepada orangtuanya, belasan pelajar ini akan diberikan penyuluhan soal hukum, maupun edukasi terkait prilaku akhlak dan sebagainya.
“Iya, yang jelas kita menjelaskan kepada mereka itu, inilah proses hukum apabila terjadi penganiayaan senjata tajam dengan ancaman Undang-Undang darurat,” timpalnya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh orangtua dan pihak sekolah agar meningkatkan pengawasannya kepada para pelajar. “Kami sampaikan juga kepada orangtua siswanya, bahwa mereka harus mencontoh Nabi Muhammad SAW,” imbuhnya.
“Nabi Muhammad SAW, lahir yatim piatu, kesabaran dan ketawakaln itu yang harus dicontohkan. Kalau tawuran itu, bukan perikaku identik agaman Islam,” pungkasnya. (den/d)






