Hati-hati Dua Jalur Rawan Lakalantas

HIMBAUAN: Anggota Satlantas Polres Sukabumi saat memasang spanduk larangan bagi bus dan truk masuk Jalan Cikidang.

CIBADAK – Bagi wisata yang hendak ke Geopark Ciletuh Palabuhanratu, disarankan untuk ekstra hati saat melintasi jalur Cikidang dan Loji. Pasalnya, kedua jalur ini diketahui sebagai jalur yang rawan terjadinya kecelakaan. Papan informasi yang berisi himbauan bagi pengendara pun terpasang dikedua jalur ini.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, dua jalur yang rawan terjadinya kecelakaan itu ialah jalur Cikidang – Palabuhanratu dan jalur Loji – Ciemas. Di sepanjang kedua jalur ini, konstruksi jalan curam dan sering terjadi kecelakaan hingga memakan korban jiwa.

Bacaan Lainnya

“Upaya agar bisa menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Sukabumi terus kami lakukan. Sebagai ikhtiar preventif, beberapa baliho yang berisi larangan dan himbau sudah kami pasang ,” kata Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsal) Satlantas Polres Sukabumi, Iptu Nengah WS kepada Radar Sukabumi.

Menurut Nengah, sampai saat ini masih banyak kendaraan yang kerap melintasi kedua jalur rawan kecelakaan itu menuju tempat wisata Selatan Sukabumi. Khusus kendaraan bus besar dan truk, pihaknya melarang keras keduanya melintasi jalur tersebut.

“Selain kedua jenis kendaraan tadi, kami juga menekankan himbauan supaya mereka berhati-hati saat melintas karena konstruksi jalan cukup curam. Namun bagi bus dan truk, kami larang melintas dan kami tindak bila mereka tetap melintas,” imbuhnya.

Selain upaya itu, Nengah juga mengklaim kerap melakukan sosialisasi kesetiap sekolah tingkat SMA agar mereka bisa mematuhi aturan. “Kami barharap dengan berbagai upaya yang dilakukan ini, bisa meningkatkan lagi kesadaran masyarakat dalam berkendara. Semua harus turut mensosialisasikan keselematan berlalu lintas ini di lingkunganya masing-masing,” pungkasnya.

Pantauan Radar Sukabumi, memang dikedua jalur ini besi pelindung jalan (guard rail) masih minim dan terlihat tidak tertata. Akibatnya, jalan tersebut terkenal ‘angker’ karena ruas jalannya yang berkelok dan menanjak ataupun turunannya sangat curam.

Menurut salah satu warga, Nanang (45), warga Desa/Kecamatan Cikidang, minimnya guard rail dan tidak tertata sesuai titik pemasangan yang dibutuhkan untuk pelindung jalan tersebut sangat berbahaya. Pasalnya, jalan yang terkenal jalur maut itu perlu perhatian serius.

“Jadi di jalur ini memang ada pemasangan guard rail, namun tidak tertata dan masih banyak jalur rawan yang belum dipasang juga. Padahal, jalur ini kerap memakan korban,” ujarnya.

Dikatakan Nanang, bahkan bukan hanya guard rail saja yang perlu diperhatikan. Rambu-rambu lalu lintas, seperti rambu awas tikungan tajam yang beberapa bulan lalu masih terpasang, kini raib diduga digondol maling. Begitupula pelindung jalan yang terpasang di sekitar puluhan meter juga hilang.

“Apa tidak ada pengawasan dari pemerintah, soalnya dulu sempat heboh bahwa rambu-rambu dan guard rail itu raib digondol maling,” terangnya.

Untuk memberikan pelayanan yang baik dan menekan angka kecelakaan di jalur tersebut, Nanang mengharapkan pemerintah segera mengambil tindakan. Sebab, jika dibiarkan ini akan terus mengancam keselamatan para pengguna jalan. “Tinggal ada perhatian pemerintah dan upaya untuk dapat menata kembali pemasangan jalur tersebut,” tandasnya. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.