“Besarnya produksi ini menunjukkan singkong masih menjadi komoditas strategis yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui pengolahan gaplek maupun turunannya,” tegas Denis.
Dengan dukungan produksi melimpah, varietas unggul lokal, serta meningkatnya kebutuhan industri, gaplek kini tidak lagi dipandang sekadar pangan tradisional. “Alhamdulillah, komoditas ini telah menjadi peluang ekonomi menjanjikan bagi petani Sukabumi sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal,” tandas Denis.(ndi/d)



