KABUPATEN SUKABUMI

Gandeng BGN, Yayasan Padepokan Pandan Ireng Resmikan Dapur MBG di Cisaat

×

Gandeng BGN, Yayasan Padepokan Pandan Ireng Resmikan Dapur MBG di Cisaat

Sebarkan artikel ini
SYUKURAN: Pembukaan SPPG Dapur Cisaat Cibatu III di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi berlangsung khidmat, Kamis (22/1). FOTO: ISTIMEWA

SUKABUMI – Sebagai upaya membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah, Yayasan Padepokan Pandan Ireng bersama Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Cisaat Cibatu III di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/1).

Ketua Yayasan Padepokan Pandan Ireng, Heru Aceel mengatakan, dapur MBG yang dikelolanya bakal melayani ribuan penerima manfaat.

Bank bjb Tandamata

Adapun sasaran program meliputi siswa PAUD hingga SMA/SMK, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di wilayah sekitar.

“Pembukaan Dapur MBG Cibatu Cisaat III ini menjadi langkah awal kami untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat di wilayah Sukabumi,” kata Heru Aceel.

Didampingi Dewan Pembimbing Drs. Dadang Rahardja, SH, MH serta Dewan Pembina Maulana Syarifudin, Heru Aceel menambahkan, operasional dapur MBG merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan prestasi akademik melalui pemenuhan gizi yang terukur.

SYUKURAN: Pembukaan SPPG Dapur Cisaat Cibatu III di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi berlangsung khidmat, Kamis (22/1). FOTO: ISTIMEWA

Selain itu, SPPG Dapur MBG Cibatu Cisaat III juga menerapkan skema ekonomi kerakyatan. Sebanyak 85 persen anggaran operasional dialokasikan untuk penyerapan bahan pangan dari petani, peternak, dan pedagang lokal di Sukabumi.

“Skema ini diharapkan memberikan dampak ekonomi berganda bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Heru mengaku, seluruh proses pengolahan makanan telah memenuhi standar higiene dan sanitasi. Setiap porsi makanan juga telah diverifikasi oleh ahli gizi sesuai standar BGN.

“Dapur MBG Cisaat Cibatu III ditargetkan mampu memproduksi hingga 3.000 porsi per hari yang didistribusikan ke sekolah-sekolah di wilayah sekitar di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Para guru di sekolah penerima juga mendapatkan jatah makanan untuk mendukung pengawasan pola makan sehat di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (why)