Enam Rumah Kebanjiran Lumpur *Diduga Dampak Proyek Perumahan

NAGRAK – Sedikitnya enam rumah di Kampung Talun Peuntas, RT 4/2, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak dipenuhi lumpur pasca hujan mengguyur akhir pekan kemarin. Lumpur setinggi 10 centimeter yang tumpah kerumah warga itu disinyalir kiriman proyek cut and fill (perataan tanah, red) perumahan yang tidak jauh dari pemukiman warga.

Titin (58), warga setempat mengaku, setelah hujan mengguyur, lumpur langsung turun dan memenuhi rumahnya dan juga rumah warga lainnya. Bahkan, barang elektronik dan isi tiga rumah tetangganya rusak akibat lumpur yang bercampur air itu.

Bacaan Lainnya

“Bisa saja dari proyek itu, karena tidak ada lagi kegiatan perataan tanah di daerah ini selain itu. Yang pasti kami cukup kerepotan dengan lumpur ini, bahkan tetangga saya sampai tidak bisa tidur karena beres-beres,” akunya, kemarin (20/3).

Dirinya berharap, pemerintah maupun pelaksana kegiatan perataan tanah peduli terhadap warga yang terdampak. Soalnya, hingga kini belum kunjung ada perhatian atas bencana yang menimpanya itu.

“Kami hanya ingin ada kepedulian dari pelaksana kegiatan dan pemerintah saja, soalnya ada barang elektronik seperti lemari es yang rusak karena korslet,” imbuhnwarga setempat.

Di tempat yang sama, Yusuf (53), warga lainnya meminta kepada pemerintah agar mengkaji kembali perizinan dampak lingkungan kegiatan perataan tanah. Jika terbukti penyebab banjir lumpur tersebut berasal dari kegiatan perataan tanah itu, kajian dampak lingkungannya patut dipertanyakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *