SUKABUMI – Bencana tanah longsor yang menerjang wilayah Kabupaten Sukabumi, kembali menelan korban jiwa pada Rabu (04/12). Berdasarkan data sementara yang tercatat di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, terdapat dua warga Kabupaten yang dikabarkan hilang tertimbun material longsor.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena kepada Radar Sukabumi mengatakan, dari dua warga yang tertimbun material longsor tersebut, dikabarkan meninggal dunia asal warga Cisarakan, Kecamatan Simpenan.Sementara, satu korban lainnya diketahui bernama Emah (50) di wilayah Kampung Gunung Baen, RT 17/RW 05, Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, masih dalam tahap pencarian.
“Untuk korban yang tertimpa material longsor di wilayah Kecamatan Simpenan, sudah dinyatakan meninggal dunia dan sudah dievakuasi. Hanya saja, data identitas korban belum lengkap. Karena, keterbatasan sinyal di lokasi. Namun, informasi sementara korbannya anak kecil,” kata Deden kepada Radar Sukabumi pada Rabu (04/12).
Korban yang meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Simpenan tersebut, kata Deden, terjadi karena material longsoran menimpa rumah warga. “Nah, saat material longsoran itu menimpa rumah, kemudian korban tertimpa lemari karena getaran dari longsoran itu,” tandasnya.
Sementara, untuk korban yang tertimbun longsor di wilayah Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, belum ditemukan dan hingga saat ini petugas gabungan masih terus melakukan pencarian. “Itu lokasi rumahnya di daerah bawah perbukitan dan tebingnya longsor hingga menimpa rumah korban,“ singkatnya. (Den)






