“Kalau Motor Honda ya di Servicenya pake bengkel dan panduan buku Honda, bukan pake Bengkel Yamaha. Jalan pasti tapi akan ada masalah. Begitupun Umat Islam ya kalau ingin memperbaiki ya harus dengan Buku panduannya yakni Alquran, “contohnya
Lebih lanjut orang yang juga sebagai pendiri dan penanggung jawab Baldatun Center melanjutkan, pernyataan sebelumnya tentang mendukung penuh wujud gerakan Sukabumi bebas buta baca tulis Alquran yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Sukabumi bukan isapan jempol belaka.
Faktanya dari pertama jadi anggota DPRD hingga saat ini dirinya selalu melaksanakan Jumling dan wakaf Alquran di wilayah yang ada di Daerah Pemilihan (dapil) V Kabupaten Sukabumi.
“Ada dukungan atau tidak dari pemerintah, ini adalah cita-cita saya ketika sebelum menjabat sebagai anggota dewan. Jika tidak didukungpun Program saya tetap jalan. Tapi meski begitu, program akan lebi mantap jika dibarengi dukungan pemerintah, karena saya sadar betul program ini hanya dipusatkan didaerah pemilihan saya saja.
Karena saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Dapil V sudah menjadikan saya dewan. Tapi kalau sudah tercapai tidak menutup kemungkinan program ini bisa menyebar ke Dapil lain, “jelasnya.
Saat ditanya soal harapan Kabupaten Sukabumi kedepan, dirinya mengatakan bahwa Gagasan gagasan untuk mentradisikan, menyantuni anak yatim piatu yang belum Aqil Baligh demi terwujudnya masyarakat Sukabumi Sejahtera lahir dan Batin ini adalah harapan terbesar dirinya. Meski ini gerakan hanya kecil-kecilan, tapi dirinya yakin suatu saat akan ada yang membantu program ini dengan melakukan hal yang sama.
“Saya yakin Allah tidak tidur, apa yang kita taman maka kita akan merasakannya. Saya bekerja, ya bekerja saja. Sisanya biar masyarakat yang menetukan kedepan. Saya yakin bahwa ketika kita berada dijalan Allah, seberat apapun masalah untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Pasti ada Jalan, “tandasnya. (hnd)





