KABUPATEN SUKABUMI

DOB Kabupaten Sukabumi Utara Jadi Fatamorgana

×

DOB Kabupaten Sukabumi Utara Jadi Fatamorgana

Sebarkan artikel ini
Aktivis Presidium CDOB KSU, Wibowo HK
Aktivis Presidium CDOB KSU, Wibowo HK

SUKABUMI – Wacana pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Sukabumi Utara (CDOB KSU), menjadi fatamorgana. Karena, rencana untuk mewujudkan pemekaran daerah tersebut, sulit terwujud.

Aktivis Presidium Calon Daerah Otonomi Baru Kabupaten Sukabumi Utara (CDOB KSU), Wibowo HK mengatakan, pihaknya mengaku sudah cukup banyak sekali yang dilakukan dan direncanakan oleh Tim Presidium DOB KSU. Namun sampai hari ini ia menilai rencana pemekaran KSU itu, jadi fatamorgana.

Bank bjb Tandamata

“Setiap mahu pertarungan pemilu, selalu muncul kepermukaan terkait rencana pemekaran KSU itu. Namun, DOB KSU ini tidak akan terwujud selama moratorium belum dicabut oleh pemerintah pusat,” kata Wibowo kepada Radar Sukabumi pada Minggu (13/08).

Ia mengaku, mulai berjuang secara ekslisit untuk pemekaran KSU itu, sejak tahun 2000 silam. Bahkan, waktu itu disarankan untuk membuat organisasi yang namanya, presidium dengan Bogor dan Garut Selatan.

Namun tiba-tiba muncul rekomendasi dari Provinsi Jawa Barat, terkait pemekaran itu telah bertambah lagi daerah yang ingin dimekarkan. “Itu bagus juga. Hanya saja, yang tiga daerah saja belum terwujud, ini malah merekomendasikan daerah lainnya lag,” bebernya.

Menurutnya, apabila melihat atau menilai untuk pengembangan daerah. Maka, Kabupaten Sukabumi ini, sangat layak untuk segera dilakukan pemekaran. Namun, impian pemekaran ini tetap sulit tanpa dukungan dari semua pihak, khususnya dari pemerintah pusat selaku pemberi kebijakan.

Walaupun di Provinsi Jawa Barat sudah dikondisikan bersama Anggota DPR RI pada Komisi II untuk bertanya dan bersama-sama berjuang DOB KSU. Namun, sepertinya kondisi tersebut hanya wacana saja.

“Iya, kelihatannya hanya menggugurkan kewajiban saja. Padahal Gubernur Jawa Barat memiliki keinginan bahwa daerah di Provinsi Jawa Barat itu, bertambah dari 27 atau 30 kota dan kabupaten itu, menjadi 40 kota dan kabupaten,” tandasnya.

Untuk itu, sampai saat ini Aktivis Presidium DOB KSU masih berharap secara maksimal dari pemerintah pusat. Karena, jika melihat secara kesiapan administrasi DOB KSU ini, sudah sangat lengkap.

“Jadi kendalanya masih dari moratorium. Sehingga Ini sulit terwujud. Makanya, saya menyatakan ini merupakan fatamorgana. Karena, kalau dilihat dekat, tapi kalau dikejar jauh. Bahkan, kalau kita mengejarnya cepat, itu malah semakin menjauh,” pungkasnya. (Den)