SUKABUMI – Dalam upaya meningkatkan sikap perilaku dan keterampilan (SPK) para petani di Kabupaten Sukabumi dalam melakukan budidaya pertanian secara efesien dan efektif, Dinas Pertanian gelar FGD (Forum Group Discusion) MSC (Most Significant Change).
Kegiatan yang diikuti, perwakilan kementerian pertanian, Widyaswara BBPMKP Ciawi, bidang P2BP, bidang Penyuluhan, UPTD wilayah 1, para koordinator BPP dan para penyuluh serta perwakilan petani dewasa, petani milenial dan petani wanita yang membuat tulisan sukses story dilaksanakan di hotel Selabintana.
Kabid P2BP Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Gilar Muhammad Akmal mengatakan kegiatan FGD MSC digelar sebagai tindak lanjut dari program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation) sebagai pelaporan akhir mingguan.
Dijelaskan Gilar, program IPDMIP sendiri bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman pertanian terutama padi, sehingga para petani kedepan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kehidupannya.
“Sementara FGD MSC ini untuk menggali informasi tentang Sukes Story petani dan penyuluh yang mengikuti kegiatan IPDMIP selama 5 tahun,” ujarnya. Kamis, (16/5).
“Nah dari kegiatan ini supaya diperoleh data yang akurat tentang nilai dan manfaat serta perubahan signifikan yang dilakukan oleh para petani dari kegiatan IPDMIP,” imbuhnya.
Masih kata Gilar, program IPDMIP yang sudah dilaksanakan dinas pertanian kabupaten Sukabumi sejak tahun 2018 sampai dengan 2022 dimana didalamnya juga menitik beratkan peran serta petani, masyarakat, perangkat daerah dan stekholder terkait untuk berpartisipasi dalam pengelolaan saluran irigasi secara berkesinambungan dan terintegrasi.
“Sehingga ketersediaan air di saluran irigasi tetap terjaga, nah melalui FGD MSC ini salah satu alat monitoring dan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana manfaat program IPDMIP bagi para petani terutama kelompok tani yang menerima langsung manfaat di 14 Daerah Irigasi (DI) dalam 12 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi,” terangnya. (ndi/d)






