SUKABUMI – Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk mewujudkan zero stunting, Dinas Perdagangan dan Industri (Dagin) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan pembinaan bagi para kader desa. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, belum lama ini.
Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Dagin) Kabupaten Sukabumi Dani Tarsoni kepada Radar Sukabumi mengatakan, pembinaan kader ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada para kader tentang pentingnya pencegahan stunting serta meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga gizi anak-anak di wilayah tersebut.
“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berhubungan dengan aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, kami dari Disdagin akan berupaya mambantu maksimal memberikan asupan makan bergizi, baik kepada para ibu hamil yang berstatus Keluarga Resiko Stuting (KRS), maupun kepada balita itu sendiri,” kata Dani kepada Radar Sukabumi pada Minggu (06/10).
Menurutnya, penyakit stunting ini akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan, dan hal ini harus menjadi perhatian semua pihak. Oleh karena itu, Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Sukabumi, berkomitmen untuk mendukung program zero stunting dengan memberikan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat melalui para kader di tingkat desa.
Selain itu, dalam pembinaan ini juga dibahas mengenai pentingnya akses terhadap bahan pangan bergizi dan pola konsumsi yang sehat. “Para kader diharapkan dapat menyampaikan informasi ini kepada masyarakat luas, sehingga terjadi perubahan perilaku dalam pola asuh dan pemenuhan gizi anak-anak di Desa Nyalindung,” tukasnya.
“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan para kader di desa ini, dapat semakin menguatkan untuk mencapai target zero stunting di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (Den)






